Assalamualaikum
Sudah lama tidak update berhubung belum ada mood yang pas, nah kebetulan tadi sempat baca artikel yang cukup menarik yaitu "Fluoride Dalam Pasta Gigipun Menyimpan Bahaya" yang di publish SuaraMedia tertanggal Senin 14 September 2009.
Saya jadi ingat diskusi 4tahun yang lalu di milis tercinta milis sehat.
Harapan saya setelah membaca informasi ini Kita bisa lebih bijak dalam mengambil kesimpulan.
Selamat membaca
Semoga bermanfaat
Wassalamualikum
Berikut informasi berita dan hasil diskusi oleh para ahlinya :
Senin, 14 September 2009 15:21
Kegiatan menggosok gigi baik bagi kesehatan, tapi anda harus cermat. (SuaraMedia News)
Menggosok gigi merupakan kebiasaan mutlak diperlukan bagi kesehatan. Kebiasaan ini bahkan diajarkan sejak kita masih kecil dengan tujuan agar gigi kita tetap sehat. Sejak dulu, produk pasta gigi erat sekali dengan kandungan fluoride yang tak bisa dipungkiri merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tubuh bagi pertumbuhan dan kesehatan gigi. Namun bagaimana sebenarnyadampak fluoride bagi kesehatan?
Di Indonesia, pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 70-an. Fluoride yang banyak digunakan jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar yang 250 hingga 800 ppm. Secara detail, fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi berfungsi memberikan efek deterjen sebagai satu dari tiga bahan utamanya disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut, sementara bahan lainnya sodium bikarbonat dan baking soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan pada racikan pasta tersebut.
Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam zat ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. Begitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi.
Kadar penggunaannya memiliki ambang batas yang bisa membahayakan dari efek paparan bila digunakan berlebihan dan tidak sesuai anjuran. Dari literatur yang ada, fluoride dalam kadar berlebihan berakibat sebaliknya dan harus diawasi terutama pemberian terhadap anak-anak yang cenderung menelan odol pada waktu menyikat gigi karena rasa segar yang didapat apalagi bila ditambah perasa tertentu. Bukan hanya dari pasta gigi, kandungan fluoride juga bisa didapat dari konsumsi makanan tertentu dan tersedia dalam bentuk suplemen yang justru sasaran pemberiannya anak-anak.
Bahaya Fluoride
Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah.
Sekitar awal tahun 2000‚ pemerintah Belgia menjadi pihak pertama melarang peredaran tablet dan permen mengandung fluoride yang selama ini dianjurkan pemberiannya pada anak-anak untuk menguatkan gigi mereka. Riset lain dari Swedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker.
Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan.
Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 5 tahun. Di Indonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 500 ppm dari sebelumnya sekitar 1000-1500 ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut.
Di luar kemungkinan pemberitaan efek fluoride ini sebagai fakta, mungkin tak perlu buru-buru menjadi terlalu resah dan was-was menggunakan produk pasta gigi yang mengan-dung fluoride sejauh kadarnya masih di bawah ambang batas yang dianjurkan. Kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan, paling tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin, dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya.
Berhati-hatilah dengan pasta gigi si kecil.
Berdasarkan riset, pasta gigi yang digunakan si kecil (apalagi yang ditambahkan perasa buah untuk memikat anak) terbukti memiliki kandungan yang cukup membahayakan. Fluoride yang ditambahkan pada pasta gigi bisa menimbulkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Apalagi, jika si kecil doyan mengisap habis pasta gigi yang rasanya enak.
Sejak tahun 1960-an, penggunaan fluoride pada pasta gigi menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian dari mereka yakin bahwa fluoride dapat membantu menjaga kesehatan gigi. Kelompok yang menentangnya berargumen bahwa penggunaan fluoride dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya.
Pada dasarnya, pasta gigi mengandung berbagai jenis fluoride. Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis sodium monofluoro fosfat (MFP) dan sodium fluoride (NaF). Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.
Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Seorang pakar lainnya, Profesor Dirk Vanden Berghe, Mikrobiologist Universitas Antwerp, Swedia, menyatakan, sekitar 30-40 persen pasta gigi ditelan anak-anak pada saat mereka menyikat giginya atau melalui air ludah. Inilah yang menyebabkan mereka mengalami overdosis fluoride. Apalagi, produsen umumnya menambahkan aroma seperti rasa buah yang disukai anak-anak. Padahal semakin besar kandungan fluoride dalam pasta gigi anak, maka makin besar pula risiko kesehatan yang akan dideritanya kelak. kelebihan fluoride pada anak dapat dilihat dari tanda-tanda fisik anak banyak mengeluarkan ludah, indera perasa jadi tumpul, badan gemetar, pernapasan berat dan anak jadi cepat lelah.
Sementara, menurut ahli gigi India dari Maulana Azad Medical College (MAMC) Dr Pakaj Goel, pasta gigi yang mengandung fluoride tidak cocok digunakan untuk anak-anak di bawah umur empat tahun. Pakaj menambahkan, jika pasta gigi berfluoride sering tertelan dalam jumlah yang signifikan maka dapat mengakibatkan fluorosis pada anak, kerapuhan tulang, dan pertumbuhannya terhambat. Bahkan, Dr Mahesh Verma, Kepala Pusat Penelitian Gigi MAMC menyebutkan, literatur medis melarang pemberian pasta gigi berfluoride kepada anak-anak di bawah umur lima tahun.
Menurut Iman, riset Tim Peneliti LKJ-PIRAC) pada September-Oktober 2002 terhadap kandungan fluoride dan pengamatan kemasan pasta gigi anak menyimpulkan bahwa dari sembilan produk yang diuji, delapan merek pasta gigi yang beredar menggunakan fluoride di atas 1000 ppm. Hanya satu produk mengandung floride di bawah 500 ppm.”Namun, pasta gigi itu ternyata produk impor dari Australia,” ungkapnya.
Tim peneliti juga menemukan terdapat perbedaan jumlah kandungan fluoride yang signifikan antar hasil uji laboratorium dengan penghitungan teoritis berdasarkan pelabelan dalam kemasan. Bahkan, ada satu merek pasta gigi yang tak mencantumkan kadar fluoridenya.
Iman juga menemukan, hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan peringatan pihak produsen atas bahaya yang akan terjadi bila anak menelan fluoride. Namun, peringatan disajikan dalam bahasa Inggris. Juga hanya satu produk yang melengkapi kemasannya dengan petunjuk penggunakan seberapa banyak pasta gigi yang boleh digunakan untuk anak. ”Petunjuk itu disajikan dalam bahasa Inggris juga,” ujarnya.
Sementara, As’ad Nugroho, koordinator program PIRAC menyatakan, pihaknya menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) untuk menurunkan standar kandungan fluoride pada pasta gigi, khususnya untuk anak-anak dari 800-1500ppm menjadi 250-500 ppm. ”Badan POM harus segera menginstruksikan penarikan seluruh produk pasta gigi anak yang masih mengandung fluoride lebih dari 500 ppm,” tegasnya.
PIRAC juga meminta para produsen menghilangkan penambahan rasa yang dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk menelan pasta gigi saat mereka menggosok gigi. Mereka juga mendesak produsen pasta gigi anak memberikan peringatan dan keterangan dalam kemasannya mengenai batas aman pasta gigi yang digunakan anak.
Semoga kita lebih cerdas dalam memili pasta gigi. Alternatif yang lebih baik dan lebih sesuai sunnah mungkin dengan menggunakan siwak. Semoga menjadi ide cerdas bagi kita semua. (idc) Dikutip oleh www.suaramedia.com
—– Original Message —–
From: Purnamawati
Sent: Friday, December 02, 2005 7:26 AM
Subject: [sehat] Emailing: Dental_care_fluoride
Dental care - fluoride
Dear all
Shereen mengirim kembali bebetapa link tentang gigi dan fluor
Di bawah ini bisa dibaca under dental fluorosis perihal
suplementasi fluor yang intinya … jangan berikan fluoride tab untuk anak (sekalipun air minum tidak supplemented dengan fluor)
link nya sbb:
http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Dental_care_fluoride?
Ada juga situs lain yang menekankan bahwa fluor bisa diperoleh dari apel, bayam, teh dll jadi tidak perlu suplemen termasuk ibu hamil … lupa tapi di babycenter.com
Di situs WHO saya pernah membaca perihal fluor ini … dia ada di alam ada di mana2 apalagi di negara industri dan di negara yang tingkat polusinya tinggi dan bahaya kelebihan fluor kronis bukan sekedar pada gigi.(link nya di kompie satunya)
Dokter Levi, kalau saya bicara dengan beberapa dokter gigi, dental fluorosis itu sangat merugikan secara estetik dan upaya koreksinya sulit serta sangat mahal. Di l;ain pihak dokter menganjurkan pemberian suplementasi fluor sistemik sampai usia 14 tahun .. atau saya salah membaca?
Di lain sisi … di Indonesia .. pasta gigi untuk anak sekalipun selalu mengandung fluor
Padahal pengalaman saya di luar tuh kalaupun akan memberikan toothpaste pada anak yang sudah bisa berkumur sekalipun … pasta giginya cukup ditaruh sedikit saja (secuil .. ada istilahnya saya l;upa)
Terimakasih atas perhatoiannya
wati
Health and medical information for consumers, from the Victorian government 2 December, 2005
Home > Topics > Health conditions > Mouth and teeth > Dental > Dental care -
Dental care - fluoride
Fluoride is a mineral found in food, water, plants and toothpaste. Brushing with fluoride toothpaste and drinking fluoridated water help to protect teeth against decay. Fluoride is important for strong teeth and is considered safe when consumed at recommended levels in drinking water. Water fluoridation is recommended by leading national and international health organisations.
Fluoride is a natural substance
Fluoride is not a medication. Fluoride is a natural mineral found in rock, air, soil and plants.
Many foods and drinks naturally contain fluoride. It is also added to:
a.. Community water, where fluoride is added to the local water supply.
b.. Fluoride toothpastes, gels and mouth rinses.
c.. Fluoride gel painted on the teeth by a dental professional.
Water fluoridation helps protect teeth against decay
Tooth decay occurs when acid attacks the surface of the tooth. Fluoride can limit the amounts of acid produced in the mouth and help repair any damage before it becomes serious. A constant low level supply of fluoride is best for this. Fluoride in your drinking water is like a constant ‘repair kit’ for your teeth.
Benefits of water fluoridation
Dental decay affects the community in many ways including pain, suffering and cost. Fluoride is helpful because it:
a.. Helps protect against tooth decay in children and adults.
b.. Repairs weak spots that could become cavities (holes in teeth) on the surface of the tooth.
c.. Reduces the amount of money people need to spend on dental treatment.
d.. Saves the community time and money (time away from work and school).
e.. Reduces discomfort and pain caused by tooth decay.
Adult and baby teeth need protection from decay
Fluoride can help to protect young and old teeth because it:
a.. Helps protect against root and surface decay in adults.
b.. Helps protect against tooth decay in children.
c.. Helps prevent early loss of baby teeth due to decay. Baby teeth are important because they help to guide the adult teeth developing underneath into the right place.
d.. Helps prevent painful and costly dental complications like a tooth abscess or permanent tooth damage, which may need orthodontic treatment.
Other ways to help protect your teeth
Even if your water is fluoridated, it is still important that you look after your teeth by:
a.. Eating a healthy diet.
b.. Brushing and flossing your teeth regularly.
c.. Having regular dental check-ups.
d.. Using a toothpaste with fluoride in it.
Use the correct fluoride toothpaste
Choose a fluoridated toothpaste designed especially for children.
Other suggestions include:
a.. Introduce low fluoride toothpaste when a child is approximately two years old.
b.. Use a child-size toothbrush with soft bristles.
c.. Use low fluoride toothpaste for children under seven years of age.
d.. Smear a pea-size amount of low fluoride toothpaste across the toothbrush.
e.. Encourage children to spit out toothpaste, not swallow it.
f.. Supervise children when they brush their teeth until you are sure they can do it well.
g.. Only use fluoride tablets if prescribed by a dentist, as they can cause dental fluorosis (mottled teeth).
Dental fluorosis
Young children, aged 0 to six years, should not use full strength fluoride toothpaste and should only take fluoride tablets if prescribed by a dentist. Too much fluoride at this age may cause their adult teeth (which are forming underneath) to stain. This is called dental fluorosis.
Dental fluorosis cannot develop after teeth are fully formed and does not affect the function of the teeth. Dental fluorosis can occur in areas both with and without water fluoridation.
Dental fluorosis looks like fine pearly-white mottling, flecking or lines on the surface of the teeth; it is usually very hard to see. Mottling of the teeth can also be caused by other things like:
a.. Injury to the teeth
b.. Certain medications
c.. Childhood infections.
If fluoride is not the cause of staining of the teeth, then it is not called dental fluorosis.
Water quality
Water fluoridation does not noticeably change your water. Some facts about fluoride and the quality of your water are:
a.. Adding fluoride to the water does not change the taste or smell of your drinking water.
b.. Your local water authority will be able to tell you if your supply has fluoride added to it.
c.. Most Australian capital cities except Brisbane have fluoride added to the water.
d.. Boiling the water does not change the levels of fluoride added.
e.. Most home water filters do not remove fluoride, with the exception of reverse osmosis systems.
Concerns about water fluoridation
Some people have medical and ethical concerns about water fluoridation. These include:
a.. It’s unethical to add anything to community water supplies.
b.. A belief that water fluoridation causes serious problems such as allergy, bone fractures, birth defects and cancer.
Safety and water fluoridation
Water fluoridation is supported by leading Australian and worldwide health, medical and dental organisations.
a.. The best scientific studies show that water fluoridation is a safe and effective way to help protect teeth against decay.
b.. There is no evidence that fluoride at recommended levels affects bone development or causes hip fractures or cancer.
c.. Fluoride is added to water in carefully controlled amounts. The total amount of fluoride in the water is monitored on a regular basis.
d.. Only very small amounts are used. One milligram for every litre of water (1mg/L) has been shown to provide the best dental benefits to the community.
Water fluoridation is recommended
The following national and international health organisations recommend water fluoridation:
a.. Public Health Association of Australia
b.. Australian Medical Association
c.. Australian Dental Association
d.. National Health and Medical Research Council
e.. World Health Organisation.
f.. Australian Institute of Environmental Health
g.. Australian Institute of Health and Welfare
Where to get help
a.. Water Fluoridation Information Line 1800 651 723 (Department of Human Services)
b.. Your dentist
c.. Your dental therapist
d.. Dental Health Services Victoria Tel. (03) 9341 1000
e.. Local water authority
f.. School Dental Service (Dental Health Services Victoria) Tel. 1300 360 054 or 1800 833 039
Things to remember
a.. Fluoride helps protect everyone’s teeth from decay.
b.. Fluoride is safe in recommended amounts.
c.. Use the correct fluoride toothpaste for children.
Related articles:
Calcium - children.
Dental care - common conditions - 0 to 5 years.
Dental checks - 0 to 6 years.
Dental fillings.
Dental sealants.
Teeth care.
Want to know more?
For references, related links and support group information, go to More information.
This page has been produced in consultation with, and approved by:
(Logo links to further information)
————————————————————–
Article publication date: 25/05/1999
Last reviewed: October 2005
—– Original Message —–
From: drg. M Fahlevi R, SpKGA
Sent: Friday, December 02, 2005 11:58 AM
Subject: Re: [sehat] Emailing: Dental_care_fluoride
Terima kasih dr. Wati, informasinya. Saya katakan perlu pemberian tablet tersebut di bawah pengawasan dokter giginya. Untuk literatur2 luar memang banyak ditemukan fluorosis karena semua produk mulai air minum dan beberapa produk makanan ditembahkan fluor untuk program nasional mereka mencegah karies (Amerika dan Eropa). Dan kemudian dokter2 mereka menambah lagi dengan tablet fluor. Di Indonesia peran dokter gigi atau dokter anaklah yang mengecek kecukupan asupan nutrisinya sudah cukup fluor atau tidak. Karena untuk air minum saja untuk Jakarta, air tanahnya hanya sebagian yang dipakai sebagi air minum dan kandungan mineralnya tdk begitu baik. Daerah yang kandungan air tanahnya banyak mengandung fluor adalah Cipatat Jabar. Sebagian besar penduduk Jakarta mengkonsumsi Aqua yang tdk mengandung fluor. Dan prevalensi karies anak Indonesia amat tinggi.
Rentang usia yang saya tulis berdasarkan pola pertumbuhan benih gigi yang membutuhkan fluor selama masa pertumbuhan dan perkembangan.
Dan perlu kita ingat juga lhoo sebagian anak2 tdk suka sayur dan buah yang pada dasarnya mengandung fluor.
Untuk Pasta gigi berfluor hanya memberikan efek topikal sedangkan yang memberi efek terjadinya fluorosis adalah yang sistemik, kecuali tertelan. Dan memang seharusnya pasta gigi anak anak, sampai dia bisa berkumur, memakai pasta gigi tidak berfluor.
drg. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA
—– Original Message —–
From: Purnamawati
Sent: Friday, December 02, 2005 1:11 PM
Subject: Re: [sehat] Emailing: Dental_care_fluoride
Thanlks dok
tetapi saya memilih mengencourage orang tua untuk:
1. memberikan makanan sehat sesuai piramida makanan sehiungga otomatis
kebutuhan fluor terpenuhi
2. Fluor tergolong minor mineral artinya mineral yang dibutuhkan dalam
jumlah amat sangat sedikit
Kalau kita cari RDA (recommended dayly allowance nya) gak ada lho
3. Saya juga meng encourage orang tua untuk menanamkan kebiasaan menjaga
higiene oral ketimbang menambahkan suplemen
Saya punya beberapa anak dengan dental fluorosis .. kasihan dok
Anyway thanks ya
wati
—– Original Message —–
From: drg. M Fahlevi R, SpKGA
Sent: Friday, December 02, 2005 2:51 PM
Subject: Re: [sehat] Emailing: Dental_care_fluoride
Sangat-sangat setuju sekali dr. Wati!!! Tiga item yang tadi disebutkan menjadi dasar prinsip pencegahan untuk kesehatan gigi dan mulut.
Fluor hanyalah traceelement, dalam pembentukan gigi bahan fluor ini bukanlah bahan primer pembentuk email. Karena bahan pembentuk email utama adalah gugus Hidroksiapatit. akan tetapi gugus ini lebih mudah terurai oleh asam yang dihasilkan dari fermentasi karbohidrat oleh kuman Streptococcus Mutan yang selalu ada di dalam mulut. Dan bila gugus hidroksil ini disubtitusi oleh fluor sehingga menjadi Fluoroapatit maka lebih sulit untuk diurai oleh asam tadi. Dalam kadar yang berlebihan akan menyebabkan fluorosis ….. kasihan sekali memang. Sepanjang tercukupi dari intake makanan pastilah cukup dan pemakaian pasta dengan cara yang benar tentu gigi akan tahan terhadap karies.
drg. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA
Rumah Sakit Pondok Indah
—– Original Message —–
From: segaintil
Sent: Saturday, December 03, 2005 3:25 AM
Subject: [sehat] MENGAPA TIMBUL GERAKAN ANTI DENTAL FLUORIDE ?
Dear semuanya,
Karena akhir akhir ini di berbagai milis dan nongol juga langsung
ngejapri, tentang bahaya Fluor untuk gigi, maka saya dongengkan
tentang mengapa ada gerakan anti dental fluoride ini. Moga kerasan.
salam,
Julia Maria
———————–
MENGAPA TIMBUL GERAKAN ANTI DENTAL FLUORIDE ?
(atau Dagelan Srimulat?)
Di suatu bulan Juli 2002 Menteri Kesehatan Belgia Magda Aelvoet
melarang penjualan preparat dental fluoride baik tablet, drop,
kunyah/chewing maupun yang di dalam pasta gigi sekalipun.. Inilah
awal dari keributan yang memunculkan gerakan anti dental fluorida.
Lho, dilarang oleh menteri kesehatan kok malah ada gerakan anti
fluor, begitu tanya Cak Ben keheranan. Lagipula Belgia adalah
menjadi satu-satunya Negara di dunia ini yang melarang penjualan
preparat dental fluoride, kok gelombang anti justru datang dari
hampir di seluruh belahan dunia? Mengapa tidak ada satu pemerintah
pun selain Belgia yang turut ingin nge-ban dental fluorida?.
Pelarangan ini juga membuat banyak dokter gigi di Belgia dan
berbagai Negara tetangga terheran-heran, apalagi pelarangan ini
diikuti dengan penjelasan menteri bahwa fluor adalah preparat yang
berbahaya. Jelas, keputusan Menteri yang didukung oleh dua institute
de Hoge Gezondheidsraad en de Nationale Raad voor de
Voedselveiligheid dituding sebagai keputusan tanpa dasar ilmiah.
Sebab selama ini preparat fluorida dikenal sebagai preventive dental
caries yang sangat ampuh. Ia akan membentuk fluor apetit di email
gigi yang sangat tahan asam dan mencegah terjadinya lubang gigi.
Keampuhannya sudah banyak terbukti baik dalam penelitian ekperiment
maupun eks post facto di kelompok masyarakat yang memiliki sumber
air minum alam cukup fluor.
Berita pelarangan itu bisa dibaca dalam laporan surat kabar
berbahasa Belanda dalam URL ini.
http://krant.telegraaf.nl/krant/archief/20020731/teksten/bui.fluor.vo
lksgezondheid.html
http://home.hccnet.nl/g.d.vos/art-fluoride.htm
Pelarangan Menteri Kesehatan Belgia Magda Aelvoet ini tidak hanya
selingkup negaranya saja, ia pun maju ke Europa Parlement agar semua
negara negara yang tergabung dalam Europa Unie menarik berbagai
preparat dental fluoride dari pasaran. Dengan majunya Menteri ke
tingkat Europa Parlemen, maka gegap gempita dan keributan itu
menjalar ke seluruh Negara Negara Eropa. Bermunculan berbagai
website yang menjelaskan bahayanya Fluoride dan menjelaskan apa
sebenarnya kegunaan fluor. Mulai penggunaan dalam bahan pestisida
hingga bom atom. Mulai dari berefek gigi keropos, tulang keropos,
sampai menyebabkan sakit jantung, kanker, kerusakan otak, buta,
gangguan imun respon dari tubuh, menyebabkan rendahnya ketahanan
tubuh terhadap berbagai serangan penyakit termasuk AIDS, gangguan
syaraf. sampai bisa menyebabkan kematian. Tidak sedikit anggota
masyarakat yang mengalami ketakutan, mencekam, dan ragu terhadap air
minum, makanan mengandung fluor, bahkan pasta gigi. Tawaran makanan
bebas fluor, pasta alami nonfluor pun bermunculan.
Gerakan anti Fluoride di Irland
http://www.fluoridealert.org/news/2447.html
Promosi anti fluoride oleh kelompok pengobatan natur
http://www.fonteine.com/fluor.html
http://friendsoffreedom.org/ARTICLES/2005/Nov./fof_FAN_Bulletin_11_18
_05_bt.htm
Ributnya soal ini juga sampai Ke US
http://www.ada.org/prof/resources/positions/statements/fluoride_bonec
ancer.asp
Penjelasan Unitates State Enviromental and Prevention Agency
tentang penelitian tentang hubungan water fluoridation dengan
terjadinya kanker tulang, yang oleh agency ini dijelaskan bahwa
penelitian tersebut merupakan penelitian thesis yang tidak melalui
peer reviewer dan belum dipublikasi. Jadi masih belum bisa
dipercaya.
http://www.ada.org/public/media/presskits/fluoridation/epa_flouoridat
ion_letter_on_thesis.pdf
Kelompok himpunan dokter gigi di semua Negara Eropa justru marah
terhadap usulan menteri Belgia tersebut. Mereka melakukan pertemuan-
pertemuan yang membahas masalah ini. Keputusan himpunan profesi
dokter gigi di
berbagai negara TETAP menganjurkan preparat dental fluorida dalam
upaya prevensi karies gigi. Situasi ini menjadi sangat panas antara
pro dan kontra.
Tapi mengapa Menteri Kesehatan Belgia mengusulkan penarikan
Fluoride dari pasaran dan mengatakan berbahaya?
Pasalnya, ingat saat itu dunia tengah dilanda oleh meledaknya
perdagangan food supplement dan orang tengah keranjingan dengan
pengobatan natur dan megadosis vitamin?
Pengetahuan masyarakat tentang foodsupplement ini pada dasarnya
tidak berbahaya. Padahal yang masuk sebagai komoditas food
supplement saat itu juga termasuk jamuan alami yang di negara asal
merupakan obat-obatan tradisional. Begitu juga dengan fluoride,
ditambahkan ke dalam berbagai bentuk makanan, bon-bon, bubble gum
anak-anak, dan sebagainya. Bahkan tablet fluor dan drop dijual bebas
di rak rak food supplement, sehingga situasi ini sungguh
memprihatinkan Menteri Kesehatan Belgia. Karena pelarangan di
negaranya masih memungkinkan masyarakat berbelanja di negara
tetangga secara bebas baik belanja langsung karena jaraknya dekat,
juga bisa melalui telepon maupun online. Dengan begitu Menteri pun
berangkat menyampaikan keinginannya ini ke Parlemen Eropa.
Adanya keributan tentang fluoride yang disalah mengerti oleh halayak
ramai adalah kesalahan pemberitaan media, seperti yang diuraikan
oleh kementrian kesehatan Belanda di bawah ini:
Ministerie van Volksgezondheid, Welzijn en Sport
Commotie rond fluoride niet terecht
België wil fluoride verwijderen van de lijst toegestane
voedingssupplementen. In Nederland is het supplement al lang
verboden.
Deze week berichtten verschillende kranten dat België fluoride van
de markt wil halen. Dit klopt niet. De Belgische minister van
Volksgezondheid Aelvoet wil alleen fluoride in voeding en
voedingssupplementen verbieden. In Nederland geldt al langer een
verbod op het gebruik van fluoride als voedingssupplement.
Daarnaast heeft Aelvoet haar ministerie gevraagd om enkele
medicinale toepassingen van fluoride onder de loep te nemen.
Fluortabletten en druppeltjes worden vooralsnog niet van de
Belgische markt gehaald.
Fluoride in tandpasta voorkomt gaatjes. Schadelijke effecten van
fluoride kunnen alleen ontstaan bij gebruik van extreem hoge
concentraties over een periode van tenminste tien jaar. De werking
van fluortandpasta wordt nergens wetenschappelijk bestreden.
http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM
—-
Terjemahan :
Menteri Kesehatan Masyarakat, Kesejahteraan, dan Olah Raga
Keributan tentang fluoride tidak benar
Belgia menginginkan fluoride hilang dari daftar food supplement. Di
Belanda supplement ini sudah lama dilarang.
Minggu ini ada berita di berbagai surat kabar bahwa Belgia ingin
menarik peredaran fluoride dari pasaran. Ini tidak benar. Menteri
Kesehatan Belgia Aelvoet hanya menginginkan agar fluoride dilarang
dijual dalam bahan bahan makanan dan dalam foodsupplement. Di
Belanda sendiri fluoride sudah lama dilarang dijual sebagai food
supplement.
Disamping itu, Alvoet juga sudah menanyakan pada staf
kementeriannya, bahan obat-obatan apa saja yang bisa sesuai dengan
fluoride jika seseorang mengkonsumsinya. Tablet fluor dan drop
sebagaimana sebelumnya tidak akan dihilangkan dari pasaran.
Fluoride dalam pasta gigi adalah dimaksudkan untuk mencegah lubang
gigi. Efek samping fluoride hanya bisa terjadi dalam penggunaan
fluoride dengan dosis yang ektrim tinggi dengan jangka waktu
setidaknya 10 tahun. Penggunaan fluor dalam pasta gigi tidak
bertentangan dengan berbagai keilmuan.
http://www.nieuwsbank.nl/inp/2002/07/31/t040.htm?fmt=NOVUM
Keributan yang dalam berbagai website yang mendramatisir efek
fluoride umumnya dibuat oleh berbagai pedagang foodsupplement atau
obat-obatan nature dengan maksud menawarkan berbagai bahan alami
untuk kesehatan gigi, misalnya pasta gigi siwak. Siwak adalah batang
dari tanaman perdu dari daerah Timur Tengah yang secara budaya
digunakan untuk membersihkan gigi. Namun di dalam siwak ini juga
banyak mengandung fluor dan memberikan efek prevensi terhadap karies
gigi. Bisa baca disini dari website medicinal plant Kuwait:
http://www.islamset.com/sc/plants/siwak.html
Keputusan EU th 1996
http://europa.eu.int/comm/food/fs/sc/oldcomm7/out09_en.html
EU menolak usulan Belgia
http://europa.eu.int/comm/food/committees/regulatory/scfcah/general_f
ood/summary12_en.pdf.
Keputusan EU 2005 ttg pasta gigi dengan fluoride
http://europa.eu.int/comm/health/ph_risk/committees/04_sccp/docs/sccp
_o_024.pdf.
Salam,
Julia Maria van Tiel,dokter gigi
—– Original Message —–
From: Purnamawati
Sent: Saturday, December 03, 2005 7:10 AM
Subject: Re: [sehat] MENGAPA TIMBUL GERAKAN ANTI DENTAL FLUORIDE ?
Dear Dr Levi dan Ibu Julia
Iya Dokter Levi benar perihal bu Julia ini
hehehe senang sekali saya membaca email Ibu
saya memang berharap ibu mengirim email dan ikut brain storming
Mohon maaf kalau apa yang saya kemukakan di milis dianggap tergolong anti
fluoride
Bukan itu maksud saya
Intinya, apakah memang perlu?
Kalau masih bisa dicukupi dari pola hidup sehat, apakah orang tua memang
perlu merogoh kocek untuk suplementasi ini
Apalagi ketika RDA dan RNInya tak ada, bagaimana menentukan dosisnya …
berapa lama … siapa yang butuh … apa yang mesti dipantau DSA dst dst
Oleh karena itu, bukan hanya terhadap fluor, terhadap suplemen yang lainpun
saya selalu himbau orang tua untuk lebih fokus ke pola hidup sehat tentunya
including pola makan sehat
Ketika major mineral (calcium, iron, natrium dll) tidak perlu suplementasi,
apakah minor mineral (fluor, Zn, dll) perlu suplementasi?
Pasta gigi fluor …. saya bukan tidak setuju tetapi ketika anak belum dapat
berkumur dengan baik tentunya jangan memakai pasta gigi
Salah ya bu saya?
Thanks again
Have a nice week end
pasti sudah dingin ya di Belanda
wati
—– Original Message —–
From: drg. M Fahlevi R, SpKGA
Sent: Saturday, December 03, 2005 8:02 AM
Subject: Re: [sehat] MENGAPA TIMBUL GERAKAN ANTI DENTAL FLUORIDE ?
dr. Wati dan SPs sekalian berikut saya berikan alamat web, yang mungkin bisa menjadi pembanding bagi kita untuk mengkonsumsi fluride berikut Recommended Total Daily Intake (0.05 mg/kg/day)
www.fluoridealert.org/f-concentrations.data.htmDi sini bisa terlihat betapa berlebihannya intake yang mereka (negara2 maju) terima dari yang mereka konsumsi. Kita bisa bandingkan dengan konsumsi kita masing2. Sehingga pentingnya fluoride tetap bisa tercukupi tanpa berlebihan mengkonsumsinya atau tanpa sengaja terkonsumsi
drg. Mochamad Fahlevi Rizal, SpKGA
Rumah Sakit Pondok Indah
—– Original Message —–
From: segaintil
Sent: Saturday, December 03, 2005 2:17 PM
Subject: [sehat] Re: MENGAPA TIMBUL GERAKAN ANTI DENTAL FLUORIDE ?
Bener Dr Wati,
Masupan fluor secara alami di Indonesia sudah cukup banyak. Paling
tidak begitulah yang diyakini kebanyakan dokter gigi di Indonesia.
Apalagi jika banyak mengkonsumsi ikan, karena disana merupakan
sumber fluor yang cukup banyak. Minuman teh, juga mengandung fluor
cukup baik. Mau minum satu gentong asal kuat sehari juga gak bakal
keracunan. He he..
Banyak juga daerah-daerah di Indonesia yang masih menggunakan sumber
air tanah mengandung fluor cukup, bahkan di beberapa daerah sekitar
Jakarta seperti beberapa kampung di Serpong mengandung fluor
ketinggian dari batas normal. Sehingga banyak didapatkan gigi anak
anak kelihatan seperti kapur karena fluorosis.
Di Jakarta kebanyakan justru airnya banyak mengandung limbah besi
hasil pecahan sampah oleh bakteri, jadi giginya pada berkarat hitam.
Daerah Banyumas mengandung kapur terlalu tinggi jadi giginya penuh
karang gigi, jadi gusinya rusak melulu dan giginya ambrol…
Di Palembang kebanyakan makan cuka, jadi kalau jalan jalan kesana
banyak anak muda gigi depannya sudah keropok. Habis sih makan empek
empek cukanya dihirup, pagi-pagi saja sudah sarapan empek empek…
Hmh.. enak ya (Kalau ada yang sedang makan ingat saya ya, bagi-bagi
enak…tapi cukanya jangan dihirup ya…).
Pada anak anak yang masih belum bisa kumur, setahu saya ada beberapa
produk pasta gigi nonfluor untuk anak-anak ini, bahkan kalau ditelan
juga gak papa. Terdiri dari bahan jelly & bahan abrasif, pakai rasa
strawbery & jeruk. Saya gak tahu lagi apa di Ind masih diproduksi.
Memang mahal, saya dulu dapatnya dari detailer… dan dijual juga di
supermarket.
Fluor ekstra dalam bentuk tablet/drop kalau kondisi gigi gak
menunjukkan pertumbuhan matrix kurang sehingga mudah keropos, memang
tidak diperlukan. Sebaiknya penggunaan fluor ektra tablet dan drop,
melalui pertimbangan dokter gigi. sebab intake saat itu misalnya
waktu balita, bukan berarti akan memperkuat gigi susunya, tapi gigi
tetapnya.
Sedang prevensi melalui fluor yang dioleskan (topikal) bisa
dilakukan di klinik gigi anak seperti klinik giginya fKGUI tempatnya
Drg Pahlevi, atau klinik FKG lainnya. Dokter gigi praktek umum
seringkali engga melakukan, gak tahu kenapa.
Seharusnya di sekolah-sekolah ada program UKGS kumur fluor yang
dilakukan oleh drg puskesmas. Kalau negara bangkrut gini saya gak
tahu lagi gimana programnya. Sebab posyandu saja sudah endet
endetan…
Hanya sekedar info saja, di Eropa, tablet atau drop fluoride memang
tidak wajib, hanya pada kasus tertentu diberikan. Tetapi penggunaan
pasta gigi mengandung fluor tetap harus dilakukan. Disamping itu
setiap setengah tahun sekali dilakukan aplikasi fluor oleh dokter
gigi. Sejak dahulu masyarakat eropa, sudah 40 tahun menjalankan
program fluoridasi begini, gak ada yang IQ-nya merosot… kayak
dalam gosip…
Bener drg Levi, saya "minggat" dari PH FKGUI, tapi kalau ke Jakarta
saya masih kesana, dan kadang lihat anda di sebelah eks kantor saya.
Salam,
Julia Maria