Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Ghozan Vomitus

April 26, 2006

Assalamualaikum Wr. Wb.

Mungkin kami telah sombong, sehingga kami langsung di tegur oleh Allah.
Astaghfirallah Hal Adzim…..

Mohon Maaf Ya Rabb, Jika kami telah sombong.

Diawali hari Minggu 23 April 2006, saking asyiknya main Ghozan tidak mau makan siang, di lanjutkan sore hari makanpun hanya sedikit saja yang masuk.
Pas main sama ayah, Ghozan terjatuh pada saat berdiri memegang mainan, terleabih dahulu posisi kaki yang terjatuh, kemudian tangannya Ghozan mencoba menahan jatuhnya akan tetapi ngga kuat hingga muka ikut membentur lantai tapai pelan, Maafkan ayah yah Ghozan. ayah pikir ghozan dah kuat jadi ayah agak jauh.
Sempat menagngis sebentar tapi alhamdulillah langsung diem dan ngga terlihat benjol karena memang pelan jatuhnya kepala ke lantai.

Seperti biasa selepas maghrib sekitar jam 19.00bbwi Ghozan minta nenen sambil tiduran, ketika itu Bunda Ghozan teriak Ya Allah……saat itu Ghozan muntah untuk yang pertama kali.

Kami mengira Ghozan hanya tersedak seperti biasa, jadi muntah dan cairan muntahnyapun masih putih alias ASI saja.

Kemudian dilap dan di bersihkan lalu nenen bunda lagi…selang beberapa menit muntah lagi untuk yang ke dua kalinya.

Terus kami coba ambil air putih hangat untuk di suapkan ke Ghozan, tapi Ghozan menolak, lalu kami coba buatkan susu formula hangat-pun menolak, saat itu sudah mulai khawatir kok setiap ditidurkan muntah terus.

Keadaan ngga berubah, bunda coba nenin lagi Ghozan sudah ngga mau lagi, karena tampak ngantuk berat, Ghozan tertidur dan selang beberapa menit muntah lagi untuk yang ke tiga kalinya.

Kami coba berbagai cara Ghozan tetap ngga mau kemasukan apapun……akhirnya muntah lagi dan muntah lagi sampai cairan yang di muntahkan kuning, mungkin karena Ghozan ngga makan dan semua isi perut sudah keluar semua.

Akan tetapi suhu badan kok normal berkisar 36 ~ 37 derajat celcius dan tidak di sertai diare.

Kondisi semakin memburuk, muka kelihatan pucat dan bibir agak membiru sedikit.
Akhirnya jam 22.00 kami memutuskan untuk ke RS. Hermina Bekasi.

Sesampai di UGD, kemudian Ghozan di cek sama dokter jaga yang kebetulan dokter umum.
Menurut penuturan dokter detak jantung dan tensi normal semua, agak panas di bagian perut tapi badan tidak demam hanya berkisar 37 derajat celcius.

Dokter memberikan opsi, lebih baik di observasi di RS, atau kalau mau di bawa pulang harus bisa atau mau minum agar tidak dehidrasi.

Diagnosa sementara dokter adalah vomitus/ muntah-muntah

Kami sempat binggung karena kalau di tinggal di RS jelas harus minum obat dan alhamdulillah Ghozan jarang sekali minum obat kalau tidak karena terpaksa dan itupun obat-obatan biasa bukan antibiotik.

Akhirnya kami memutuskan untuk rawat inap, setelah itu tampaknya dokter jaga menelpon dokter spesialis anak yang kami rujuk.

Dari dokter spesialis disarankan di kasih antibiotik, karena kami belum tahu jelas penyakitnya apa, kami menolak dan akhirnya kami harus tanda tangan 2 kali di surat penolakan antibiotik.
pertama ketika berhadahapan dengan dokter jaga dan ke dua ketika mau mausk kamar rawat inap dengan alasan kalau ada apa-apa tanggung jawab pasien, Alhamdulillah ngga ada apa2.

Akhirnya Ghozan di kasih infus dan di bantu oxygen.

Pas pada saat dimabil darahnya sedihhhhhhhhh..sekali….suster yang kelihatan sudah pengalaman kok ngga bisa menyuntikan jarum suntik untuk mengambil sample darah…..akhirnya pembuluh darah pecah dan harus ganti di tangan sebelah kanan.

Kali ini suster agak muda yang menyuntikan, alhamdulillah berhasil.

Jam 24.00bbwi dengan infus mengangtung di tangan kami bawa Ghozan memasuki kamar rawat inap kelas 2, dengan jumlah orang 3 orang, namun baru diisi 2 orang.

Ghozan tampak lelah sekali……..namun seiring masuknya infus alhamdulillah Ghozan dah muali ngga pucat lagi.

Muntah-muntahpun masih terjadi hingga kami tidak bisa menghitung lagi jumlahnya…ya….Ghozanku sakit dan dehidrasi berat.

Alhamdulillah jam 02.30bbwi, Ghozan dan ngga muntah lagi….hingga sampai pagi hari syukur alhamdulillah Ghozan sudah tidak muntah lagi.

Jam 05.30bbwi ghozan di lap dan di bersihkan suster untuk ganti baju.

Ghozanku dah tersenyum…senyuk penuh kerinduan dan kebahagiaan ayah dan bundanya ada disampingnya.

Sekitar jam 6.30bbwi Ghozan dapat jatah makan pagi, alhamdulillah mau makan meskipun sedikit sekali tapi ASI, formula dan air putih sudah mau masuk lagi……

Sempat ayah keluar pulang ambil perlengkapan lainnya dan sempat beli air kelapa hijau, saya pikir mungkin juga keracunan…sesampainya di RS Ghozan mau minum air kelapa hijau…alhamdulillah.

Hari mulai beranjak siang…Ghozanku tampak sudah sehat dan tidak betah lagi lama-lama di rumah sakit.

DSA datang jam 9.30an memeriksa kondisi Ghozan, berdasarkan data hasil darah tepi Leukosit ghozan tinggi sekali 16500 di atas standar 5000 ~ 10000.

DSA menyarankan antibiotik, akhirnya kami berikan Ghozan antibiotik “kalfoxim 250mg” untuk yang pertama kali.

DSA mengatakan kalau sampai siang ngga ada masalah Ghozan bisa pulang…
Alhamdulillah……..

Sambil terus menunggu dan perkembangan Ghozanpun alhamdulillah terus menunjukan peningkatan.

Kemudian ganti suster lagi dan suster yang baru ini menyarankan untuk di kasih sanmol padahl suhu tubuh cuma 36.7 derajat celcius.

Saat itu saya sampaikan baik-baik bahwa anak di katakan demam ke tuka suhu tubuh berkisar antara 38 ~ 40 derajat celcius, tapi sang suster memberikan statment bahwa standard di RS adalah mulai dari 36 derajat celcius…so..kami tetap menolak.

Menjelang kepulangan Ghozan di minta untuk di suntikan kembali antibiotik dengan alasan saran dari DSA, saya sempat ragu dan tidak mau, akhir setelah diskusi dengan bunda Ghozan, ok kami terima “kalfoxim 250mg” untuk yang ke dua tepat di berkan jam 18.00bbwi menjelang kepulangan.

Tampaknya ke judesan suster ini sudah mulai reda ketika kami mau menerima antibiotik.

Yah kami sadar dan sangat-sangat sadar siapa dia dan kami.

Akhirnya selepas sholat maghrib kami mengurus administrasi kepulangan selama 2 jam dan sekitar jam 20.00bbwi kami baru bisa meninggalkan RS.

Syukur alhamdulillah.
Semoga kami dapat mengambil hikmah dari pelajaran ini semua.

Dan Ghozan ceria seperti semula….

Alhamdulillah ..
Syukron….

Wassalam,
ayahghozan

album photo Ghozan yg terbaru setelah sakit sudah di upload tuh…

MELUBANGI TELINGA DAN HIDUNG BAYI PEREMPUAN UNTUK PERHIASAN

April 22, 2006

Assalamualaikum.

Berhubung sering di pertanyakan di milis tentang hal ini, saya mencoba untuk mempublikasikan lebih luas lagi agar lebih mudah lagi dalam pencarian

Wassalam,
ayahghozan

MELUBANGI TELINGA DAN HIDUNG BAYI PEREMPUAN UNTUK PERHIASAN

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya : Apa hukum melubangi telinga dan hidung bayi perempuan untuk perhiasan ?

Jawaban
Pendapat yang benar adalah, melubangi telinga tidak masalah, karena tujuan di balik itu untuk perhiasan yang dibolehkan. Sebagaimana tercatat (dalam sejarah) bahwa wanita-wanita sahabat memiliki perhiasan emas yang dipasang di telinga (anting-anting). Ini termasuk perbuatan melukai yang ringan, terlebih lagi bila dilakukan saat masih kecil karena cepat sembuh.

Sedangkan melubangi hidung (tindik), maka saya tidak pernah menjumpai pendapat ulama tentang hal itu. Tapi menurut saya dalam hal ini ada semacam menyiksa atau merubah bentuk seperti yang kita lihat, tetapi mungkin saja orang lain tidak sependapat dengan saya. Bila dalam suatu negeri perhiasan di hidung termasuk kecantikan dan keindahan, maka tidak masalah dengan melubangi dan memakai perhiasan di hidung.

[Syaikh Ibnu Utsaimin, Majmu’ Fatawa Syaikh 4/137]

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-Thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penerbit Griya Ilmu]

HUKUM MENINDIK TELINGA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya : Apa hukum menindik telinga dan hidung perempuan untuk tujuan berhias ?

Jawaban
Menindik telinga hukumnya boleh, karena tujuannya adalah untuk berhias. Telah diriwayatkan bahwa para istri-istri shahabat mempunyai anting-anting yang mereka pergunakan di telinga mereka. Menusuknya adalah menyakti, tapi hanya sedikit, jika ditindik ketika masih kecil, sembuhnya pun cepat. Sedang menindik hidung, hukumnya sama dengan menindik telinga.

HUKUM MENINDIK TELINGA

Oleh
Syaikh Abdullah Al-Fauzan

Pertanyaan
Syaikh Abdullah Al-Fauzan berkata : Diperbolehkan menindik telinga karena bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fithrah wanita untuk berhias. Adanya rasa sakit ketika ditindik tidaklah merupakan halangan, karena hanya merupakan sakit sedikit dan sebentar. Dan menindik telinga seringkali dilakukan ketika anak masih kecil.

Menindik telinga merupakan perkara biasa bagi wanita dari dulu hingga sekarang. Tidak ada larangan tentangnya, baik di dalam Al-Qur’an maupun hadits, justru ada riwayat yang mengisyaratkan diperbolehkannya dan pengakuan manusia atasnya.

Terdapat riwayat dari Abdurrahman bin Abbas, ia berkata bawa Ibnu Abbas ditanya : “Pernahkah kamu menyaksikan hari raya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Dia menjawab, “Pernah, kalaulah bukan karena kedudukanku di sisinya, saya menyaksikannya semenjak kecil. Beliau mendatangi tanda di rumah Katsir bin Shalt (rumah Katsir bin Salt dipakai sebagai kiblat untuk shalat ‘Ied). Lalu beliau shalat kemudian berkhutbah tanpa terdengar adzan ataupun iqamah. Beliau memerintahkan untuk bersedekah, maka para wanita mengulurkan tangannya ke telinga-telinga mereka dan leher-leher mereka (untuk mencopot perhiasan mereka) dan beliau memerintahkan kepada Bilal untuk mendatangi tempat wanita, (setelah selesai) kemudian Bilal kembali menghadap Nabi.

Dalam lafazh riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas disebutkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersedekah, maka saya melihat para wanita mengulurkan tangan ke telinga dan leher mereka (mengambil perhiasan mereka).

[Fatawa Lil Fatayat Faqoth, hal. 47]

HUKUM MEMAKAI GELANG DI HIDUNG

Oleh
Syaikh Abdullah bin Jibrin

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Apa hukum menggunakan gelang di hidung untuk hiasan ?

Jawaban
Diperbolehkan bagi wanita untuk berhias dengan perhiasan sebagaimana adat kebiasaan, meski mengahruskannya untuk melubangi sebagian tubuhnya, seperti menindik telinga. Jadi menggunakan gelang di hidung diperbolehkan sebagaimana diperbolehkan menindik hidung sapi dan mengikatnya dengan tali untuk mengendalikannya. Dan hal itu tidak dianggap sebagai kesia-siaan.

[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, Penerjemah Amir Hazmah Fakhruddin]

diambil dari : almanhaj.or.id

Imunisasi Varicella 1

April 19, 2006

Assalamualaikum

Alhamdulillah, akhirnya semalam Ghozan berhasil di imunisasi varicella tepat di usianya yang ke-13bulan 8hari di RS. Hermina Bekasi.

Setelah menunggu beberapa hari karena DSA (Dokter Spesialis Anak) yang biasa yaitu dr. Nunung St. Hindun yang sedang cuti, akhirnya kami memutuskan untuk ke DSA yang lainnya yaitu dr. Cholid Rosidi.

Pas sampai dirumah sakit kira-kira jam 19.15bbbwi, setelah sebelumnya mendaftar dengan urutan ke 13, terlebih dahulu di timbang dengan berat 9.24kg.

Tanpa menunggu lama, begitu seorang pasien keluar dari ruang praktek dokter, Ghozan langsung di panggil.
Setelah ngobrol lumayan lama…dan dokternya ternyata juga RUD(Rational Use Of Drug) juga jadi yah kami sangat senang sekali.

Apalagi Ghozan….tidak seperti biasanya, karena mungkin sudah besar dan bisa jalan….masuk ke ruang praktek sambil jalan…kemudian mengamati pak dokter dan susternya dan ruangan sekitarnya sambil nunjuk sana - sini.

Setelah kami pangku, dengan cekatan sekali pak dokter menyuntikan vaksin varicella ke Ghozan dan alhamdulillah Ghozan tidak menangis dan tidak nampak kesakitan apa-apa.

Kalau saya perhatikan memang cekatan sekali dokter yang satu ini..maklum jam terbangnya sudah tinggi sekali dilihat dari usianya yang sudah cukup tapi masih humoris.

Oh iya sebelumnya pak dokter ngasih tahu dulu kalau vaksin varicella ini tergolong bagus dan bagus juga harganya yaitu Rp.360.000, biaya jasa dokter Rp.80.000 + biaya tindakan Rp. 20.000, jadi total Rp. 460.000…..wuih buat kami yang pas-pasan terasa sangat mahal sekali harga vaksin ini tapi menginggat benefitnya..Insya Allah rejeki pasti akan ada.

Setelah di suntik kemudian kami meminta untuk mengukur tinggi Ghozan untuk kemudian di plot di growht chart. Dan alhamdulillah tinggi Ghozan 75cm dan ketika kami plot grafik perumbuhan Ghozan normal.
Terima kasih ya Rabb.

Setelah keluar dari ruang praktek dokter kira-kira 15menit kami main prosotan di rumah sakit yang sengaja di sediakan buat anak-anak. karena banyak temennya Ghozan tampak senang sekali, berhubung waktu sudah malam kami memutuskan untuk pulang.

Dan Insya Allah 10tahun lagi baru booster imunisasai varicella yang ke 2 dan yang terakhir.

Tapi kadang berpikir…bagaimana dengan mereka yang benar-benar tidak mampu.

Kami yakin Allah Maha Tahu….
Semoga saudara-saudara kami yang kurang/ belum mampu tetap diberikan kesehatan.amiin

Dan Semoga saja pemerintah lebih peduli lagi dengan kesehatan anak-anak, sehingga bukan hanya imunisasi dasar saja yang di subsidi tapi juga imunisasai yang di anjurkan.

Wassalam,
ayahghozan