Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

BAHAYA ROKOK, JANGAN DIANGGAP SEPELE

May 31, 2006

Mungkin semua orang sudah tahu kalau rokok berbahaya untuk kesehatan. Tetapi
nyatanya setiap tahun jumlah pecandu rokok di Indonesia terus bertambah.
Data terbaru menyebutkan bahwa 31, 4 persen penduduk Indonesia merokok, dan
4,83 persen diantaranya adalah wanita.

Benda kecil berbahan utama tembakau ini memang menimbulkan efek adiktif
(ketagihan) bagi tubuh karena mengandung zat nikotin. Walau adiktif yang
dikandung rokok tidak seberat adiktif pada narkotika dan obat-obat berbahaya
(narkoba), zat adiktif rokok sangat sulit dilepaskan.

Rachma (30) mengaku sudah mulai merokok sejak kelas 4 SD. Kini ia merasa
rokok sudah jadi bagian dari dirinya yang tidak mungkin dipisahkan, sehari
ia bisa menghabiskan dua bungkus rokok. “Saya pernah berhenti merokok selama
dua tahun, ketika hamil dan setelah melahirkan, setelah itu merokok lagi,”
katanya. Wanita yang bekerja di perusahaan telekomunikasi ini menyebut
beberapa keluhan yang dirasakannya jika tidak merokok yakni pusing, tidak
ada ide dan merasa ada yang kurang.

Lain lagi dengan Desi (28), bukan nama sebenarnya. Wartawati sebuah harian
ini mulai merokok sejak di bangku kuliah, dan jumlah rokok yang dihisapnya
semakin banyak saat menjelang deadline. “Pernah juga sih mencoba berhenti
merokok selama seminggu, tapi tubuh rasanya lemas, pusing dan mual,” ujarnya
memberi alasan.

Menurut dr Tjandra Yoga Aditama, dokter spesialis paru yang juga Ketua III
Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), gejala-gejala yang dirasakan
oleh para perokok tersebut disebut dengan withdrawal symptom yang muncul
pada saat orang berhenti merokok. “Obat untuk mengurangi withdrawal symptom
ini adalah nikotin juga, karena penyebabnya memang nikotin”, kata Tjandra.

Di luar negeri ada beberapa teknik pengobatan yang digunakan untuk
mengobati efek kecanduan pada rokok, yaitu melalui Nicotine Replacement
Therapy (NRT). Caranya adalah dengan mengurangi kadar nikotin secara
perlahan-lahan. Selama dua minggu, pasien akan diberikan nikotin berbentuk
plester, permen karet, roll on, inhalasi dan suntikan, yang dosisnya terus
dikurangi. Sayangnya, NRT ini belum ada di Indonesia.

Tjandra mengakui tidak mudah menghentikan kebiasaan merokok. Namun,
kebiasaan itu bisa diubah jika pertama-tama perokok memiliki motivasi.
“Seorang perokok yang menjalankan ibadah puasa bisa berhenti merokok itu
karena dia memiliki motivasi, sayangnya motivasi ini sering tidak
diteruskan,” ungkap dokter yang aktif melakukan kampanye anti rokok ini.

Bahaya rokok

Menyambut hari Anti Tembakau Sedunia yang jatuh tanggal 31 Mei, ada baiknya
kita mengenali kembali apa saja bahaya yang terkandung dalam sebatang rokok.
Antara lain kanker paru, jantung, infertilitas, gangguan reproduksi (nyeri
haid, menopouse lebih awal), kulit keriput, kanker leher rahim dan pada ibu
yang merokok bisa menyebabkan abortus dan kematian janin.

Ada beberapa penyakit yang bisa timbul “hanya” karena seseorang menjadi
perokok pasif. Misalnya infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan paru,
atau bahkan dapat menyebabkan kanker paru.

Selain penyakit di atas, ada pula beberapa efek rokok terhadap tubuh yang
jarang dipublikasikan, seperti menurunkan sistem kekebalan tubuh hingga
mengakibatkan kerontokan rambut, gangguan katarak pada mata, kulit cepat
keriput, kehilangan pendengaran dini, menimbulkan kerusakan gigi, lebih
mudah terkena osteoporosis, mengurangi jumlah dan kelainan bentuk sperma,
serta lebih berkemungkinan terkena kanker.

Tidak ada kata terlambat

Seorang pecandu yang berhenti merokok dua hari berturut-turut, kemampuan
untuk mengecap dan menghirup akan membaik. Kalau berhenti merokok dua sampai
12 minggu, sirkulasi darahnya membaik. Orang yang terus berhenti merokok
tiga sampai sembilan bulan, batuk dan gangguan pernapasannya akan
menghilang.

Perokok yang sudah lima tahun berhenti merokok, maka risiko terkena penyakit
jantung koroner akan turun 50 persen, dan 10 tahun tidak merokok kemungkinan
itu menjadi sama dengan orang yang tidak merokok.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk mulai hidup sehat. (An)

Sumber : Kompas

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ghozan.blogsome.com/2006/05/31/bahaya-rokok-jangan-dianggap-sepele/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.