Hari Tanpa TV
Ungkapan keprihatinan masyarakat terhadap isi tayangan TV yang sangat komersil dan mengabaikan kepentingan umum.
Bila Anda prihatin terhadap isi tayangan TV yang terlalu berorientasi bisnis dan secara umum berbahaya untuk anak dan remaja, maka dukunglah gerakan keprihatinan masyarakat ini !
Tujuan aksi ini adalah:
- Mendesak industri penyiaran agar benar-benar
memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama
perlindungan terhadap anak dan remaja.
- Menumbuhkan sikap kritis masyarakat terhadap
siaran televisi.
Makna sehari tanpa TV:
- Keluarga mendapat kesempatan berharga untuk
melakukan aktivitas bersama tanpa diganggu televisi.
- Dengan mematikan TV, maka setiap anggota keluarga
akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan
kegiatan produktif, dan menyadari bahwa hidup bisa
lebih bernilai tanpa TV.
Sampaikan dukungan Anda melalui:
Yayasan Kita dan Buah Hati: 021-80871763. Fax: 9246539
Kidia: 021-8410563; 021-70884101. Fax: 8406553
haritanpatv@kidia.org
Aksi ini didukung oleh ratusan lembaga di Indonesia.
Diantaranya: TK/SD Komunitas Semut-semut; Wanita Islam; TK/SD/SMP An Nisa Depok; TK/SD Ruhama Depok; TK Hanifa Ciputat; IGTK Sumatra Barat; TK/KB Lebah Madu; TK/SD Al Fikri Depok; TK Cempaka; TK/SD Qotrun Nada; Jam’iyyah Al Azshar Peduli; Sekolah Al Fajri; SDIT Insan Mandiri Pasar Minggu; BPTKI Sulawesi Selatan; TKIT/SDIT Az Zahra Jakarta Barat; Pesantren Cibogo; SD Islam At Taufik; SD Darussalam Bekasi; Permata Ayah Bunda Bandung; Majelis Ta’lim Assakinah; Pelajar Islam Indonesia; Sekolah Tugasku; PKS Jakarta Pusat; Wahdan Islamiyah Ujung Pandang; Majelis Ta’lim Assalam Bekasi; Majelis Ta’lim Bogor; SDIT Ar Ridho; Bapekis Bank of Tokyo; Mufti Kids School Tangerang. dan lain-lain.
Hingga Rabu pagi 19 Juli, sudah ada 124 lembaga yang mewakili puluhan ribu warga negara, dan ratusan individu yang menyampaikan dukungam aksi ini secara langsung melalui e-mail. Siapa menyusul?
sourced : http://www.kidia.org/














