Kecil Kok Perokok
Hmmm…..
Baca di detik.com 3 dari 10 pelajar di Indonesia merokok sebelum umur 10 tahun.
Jakarta - Anak kecil klepas klepus merokok bukan pemandangan asing di Indonesia. Temuan Global Youth Tobacco Survey (GYTS ) menunjukkan, 3 dari 10 pelajar (30,9%) merokok sebelum berumur 10 tahun. Fakta yang sungguh memprihatinkan!
Jadi ingat masa kecil Saya yang acak kadul…..ngak karuan juntrungannya. Kalau ingat itu semua ….malu…..sedih….
Alhamdulillah sekarang sudah sadar dan Alhamdulillah sudah tidak merokok lagi……sudah 2tahun lebih.
Sejak usia SD sekitar kelas 4-an Saya sudah mulai berani merokok…..
Apa yang pertama Saya rokok adalah batang pohon sariawan yang tumbuh melilit dipepohonan.
Tiap pulang sekolah siang atau sore bersama teman-teman di kampung pergi ke kebun/hutan kecil belakang yang letaknya 100m dari rumah untuk mencari pohon sariawan ini, setelah dapat Saya potong-potong seukuran rokok kemudian Saya jemur dan setelah itu dihisap bersama-sama teman.
Ngga puas dengan pohon sariawan…..Saya dan teman-teman mencoba merokok daun pisang yang sudah kering/ klaras yang Saya linting kemudian dihisap pelan-pelan…karena kalau ngga pelan-pelan bisa tersedak dan rasanya ngga karuan.
Itu pelajaran rokok ketika masih duduk di bangku SD.
Setelah menginjak SMP…teman mulai banyak lagi……kebiasaan rokok sariawan dan klaras mulai di tinggalkan, kebetulan mulai SMP Saya harus bekerja membantu Almarhum Ibu yang berjuang untuk menghidupi Kami ber lima.
Sedikit punya duit Saya beli tembakau dan kertas rokok yang terpisah yang kemudian dilinting/ gulung sendiri dengan tangan.
Rasanya kok kurang pas….akhirnya Saya coba membeli rokok bungkusan seperti yang sekarang.
Pertama kali rokok bungkusan yang Saya beli adalah Bentoel Biru, Gudang Garam Filter dan Ardath.
Itu pelajaran rokok ketika Saya duduk di bangku SMP.
Setelah masuk bangku SMA…temanpun semakin lebih banyak lagi…jenis-jenis rokokpun makin banyak saja. Saat itupun Saya masih bekerja…..hasilnya sebagian Saya belikan rokok…….dan dari sinilah mulai mengenal berbagai macam rokok yang ada seperti sekarang…berlanjut hingga di dunia kerja…mulai mengenal rokok dari luar negeri yang juga berbagai macam……
Alhasil…boleh dibilang semua rokok sudah Saya coba, kecuali Cerutu yang harganya tidak terjangkau.
Bahkan suatu ketika Saya pernah merokok daun kecubung yang sudah di keringkan yang mirip dengan tembakau…..duh……edan bener saat itu.
Kalau ingat itu semua malu…sedih sekali…….
Kalau pas lagi naik angkot….atau jalan di kakilima…..atau belanja pasar……melihat anak kecil merokok…..kemudian Saya berkaca dalam diri…..Saya hanya bisa tersenyum….dalam hati “mau jadi apa kamu ini de”……
Yah itulah bagian dari sisi gelap Saya….dan lain dan tak bukan memang peranan lingkungan sangat mendominasi perkembangan psikologis Saya.
Dulu Saya tidak pernah diperhatikan oleh orang tua…kebetulan Almarhum Ibu pisah dengan Almarhum Bapak ketika Saya masih kelas 2 SD……Kami berlima ikut Almarhumah Ibu…..betapa teramat sangat berat kehidupan Almarhumah Ibu…Saya tahu persis……tapi Saat itu saya belum sadar..maunya main saja…tidak pernah belajar…padahal jelas-jelas buat makan saja susah apalagi buat sekolah.
Tapi alhamdulillah….perjuangan Almarhumah Ibu sungguh-sunguh sangat luar biasa sekali…sehingga Kami bisa sampai lulus dari SMA…..dalam kondisi lingkungan yang sangat berat…belum lagi masyarakat disitu belum ada yang sadar akan pendidikan…..rumahpun hanya pakai lampu petromak saja…..
Sungguh sangat luar biasa perjuangan Almarhumah Ibu Saya…….
Ketika Saya ingin berbagi kebahagian bersama Ibunda tercinta……hanya duka dan penyeselan yang ada.
Yah Insya Allah….dengan menjadi anak yang sholeh….pahala akan tetap mengalir ke orang tua.
Yah….
Pelajaran yang teramat sangat berharga buat Saya dalam membangun keluarga…membesarkan anak….bersosialisasi dengan tetangga……dan masih banyak lagi yang Alhamdulillah telah Saya dapatkan.
Semoga bangsa ini kedepan menjadi bangsa yang mumpuni.
Seandaianya Saya diberi kesempatan….diberi umur panjang…Saya ingin melihat anak Saya tumbuh dan besar menjadi anak yang sholeh….bermanfaat buat orang lain…dan tentu bukan perokok.amien ya Rabbal allamin.








