Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Hilangnya Nilai Sebuah Kejujuran

October 3, 2006

Assalamualaikum….

Apakah itu jujur?

Prof. Quraish Shihab, Lc

Jujur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah :

- tulus, tidak culas, lurus hati

- wan yang harus diberikan pengantin laki kepada mertua perempuan

Jujur menurut Al Quran adalah Shidq, yang mempunyai makna dasar “kuat”. Orang yang shidq (benar / jujur) adalah kuat, karena itu dia berani.

Kejujuran mencakup semua hal dari sejak kita berniat sampai beraktifitas. Kata Nabi, “lakukanlah kejujuran dalam segala aktifitas kamu”. Mau berjuang, kita harus jujur, kalahpun harus jujur.

Doa Nabi adalah masukkan aku dengan jujur, dan keluarkan aku dengan jujur pula.

Kejujuran dalam berucap

Kejujuran dalam berucap bukan sekedar benar isinya melainkan juga harus tepat. Seperti contoh, ada ayat QS yang mengatakan “Tiap-tiap yang hidup itu pasti mati”, namun bila kita sampaikan ayat tersebut pada pesta pernikahan maka kita sudah tidak berbuat jujur, karena tidak tepat walaupun ayat tersebut benar.

Lawan jujur dalam berucap adalah berbohong. Berbohong adalah mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan yang Anda ketahui. Kita dilarang untuk berbohong, karena bisa menyesatkan dan menyengsarakan orang lain. Orang yang berbohong adalah orang yang lemah, orang yang takut dan memiliki kompleks kejiwaan yang sakit. Karena lemah yang melahirkan kebohongan itulah maka orang tersebut dikatakan ‘tidak shidq’. Orang yang tidak kuat berpeluang besar untuk tidak jujur.

Pesan nabi : “Jangan berbohong. Kamu mengira dengan berbohong dapat menyelamatkanmu padahal berbohong dapat mencelakakanmu”.

Berbohong dapat dibenarkan hanya dalam 3 kondisi :

- dalam peperangan.

- melakukan ishlah dalam menyatukan kembali dua orang yang sedang bermusuhan

- gombal kepada pasangan suami/isteri kita.

Ketika kita terpaksa harus berbohong dalam 3 kondisi tersebut kita pun harus jujur. Bagaimana maksudnya ? Katakan dan tekadkan dalam diri “Saya berbohong ini karena diperintah oleh Allah, untuk memenangkan peperangan, atau untuk mendamaikan dua orang yang sedang bermusuhan atau untuk menyenangkan hati suami/isteri saya”.

Kejujuran dalam berucap adalah berkata benar dan tepat.

Kejujuran dalam berniat

Jujur dalam berniat adalah kita harus tulus, ikhlas baik kepada Tuhan maupun kepada manusia. Bahkan dalam bersedekahpun kita harus jujur. Sedekah asal katanya pun dari Shidq atau Shidqah, yang artinya jujur (harus tulus, ikhlas). Memberikan mahar kepada pengantin wanita pun disebut dengan shidaq. Karena itu memberikan mahar kepada pendamping wanita harus disertai niat yang tulus, ikhlas.

Kejujuran dalam berniat adalah berniat dengan tulus ikhlas, baik kepada Tuhan maupun kepada manusia.

Kejujuran dalam bertindak

Dalam bertindak pun kita harus jujur. Jangan curang, jangan menipu dan jangan memanipulasi fakta dan data. Bertindakpun selain kita harus benar juga harus tepat. Misalkan dalam ingin bertindak melawan kejahatan, bagi kita sebagai rakyat tindakan yang jujur adalah melaporkan kejahatan kepada pihak kepolisian. Tidak jujur bila kita main hakim sendiri. Bagi polisi, jujur apabila melawan kejahatan dengan mengejar dan menangkap pelakunya. Pengadilan yang jujur adalah pengadilan yang mampu memberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya.

Dalam berdagangpun kita harus jujur, ungkapkan aib barangnya, jangan sampai ditutup-tutupi. Rasulullah mengajarkan hal ini dalam berdagang, apakah lantas barang dagangannya kemudian menjadi tidak laku. Malah sebaliknya, sangat laku keras, sehingga beliau terkenal seorang pedagang yang jujur dan orang-orangpun datang berbondong-bondong kepadanya.

(Dalam perusahaan, apabila kita melayani pelanggan kita harus terbuka, itulah yang sering dituangkan dalam “Term & Condition” agar pelanggan nantinya tidak kecewa karena apa yang diharapkan dari pelayanan maupun barang yang dibeli tidak sesuai).

Pada siapa saja kita harus jujur ?

Kejujuran Pada Diri Sendiri

Kejujuran pada diri sendiri adalah kejujuran yang dilandasi pada pengakuan diri bahwa dirinya memiliki kemampuan dan kekurangan. Apabila dirinya tidak mampu untuk mengerjakan sesuatu maka dia akan katakan “tidak mampu”. Apabila dirinya memang tidak tahu, maka dia akan katakan “tidak tahu”. Orang yang mengakui kelemahan dirinya adalah orang yang lebih berpengetahuan daripada orang yang mengatakan “bisa”, “tahu” padahal dirinya “tidak bisa” dan “tidak tahu”.

Kejujuran Pada Manusia

Kejujuran mengantar seseorang dan orang lain mendapat kebaikan dan mengantarnya ke surga. Jujur pada anak-anak kita adalah mengakui dengan sepenuh hati kemampuan, kekurangan dan keterbatasan mereka. Sehingga jujur pada anak kecil adalah menerima kesalahan-kesalahan kecilnya, tidak memaki dia, tidak membebani dia dengan beban berat.

Jujur pada pasangan kita (suami/isteri) adalah jujur yang sangat terbuka. Kata Nabi hubungan pasangan suami/isteri adalah bak laksana luar angkasa, tidak ada batas di antara mereka seluas luar angkasa. Kalau antara mereka masih ada gengsi, takut untuk terbuka maka masih ada batas antara keduanya. Ini yang seharusnya tidak diharapkan. Seharusnya diantara mereka adalah saling terbuka, saling jujur.

Kejujuran Pada Allah

Kejujuran pada Allah adalah kejujuran yang mengakui fakta bahwa Allah adalah Esa, Satu dan segala sifat-sifatNya yang Agung, seperti Maha Pemurah, Penyayang. Itulah Tauhid, kejujuran yang paling tinggi kata Nabi. Dampak dari kejujuran ini adalah sebuah keikhlasan dan ketulusan pada Allah dalam segala tindak kita.

Sungguh sangat mulia orang yang mampu meng-implementasikan kejujuran dalam setiap gerak langkah hatinya.

Terasa amat sangat rindu melihat nilai-nilai kejujuran dalam lingkungan hidup saya ini, seakan semuanya telah terkalahkan dengan nafsu amarah, yaitu nafsu untuk menguasai, memiliki pangkat dan jabatan seakan tidak mau lepas, jatuh, pindah.

Kemana saya harus mencarinya?

Renungkanlah wahai saudaraku “Wa idzaa wuliita umuura qaumin saa’atan fa’lam biannakan ba’daha ma’zuulu” (Dan bila kau diserahi sesuatu kekuasaan atas kaum, Ketahuilah suatu saat kau akan diberhentikan juga).

Semoga saya selalu di-indahkan dari nafsu-nafsu duniawi yang menghancurkan…

Semoga saya selalu mampu untuk mengendalikannya, sehingga nilai-nilai kejujuran dalam diri ini tercermin dalam setiap gerak langkah hati ini.amien

Wallahualam bishowab