Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Ibu Merokok Saat Hamil, Anak pun Akan Jadi Perokok

November 28, 2006

2006-11-28 10:46:00

Rita Uli Hutapea - detikcom

Queensland - Anda hamil namun terus saja merokok? Jangan salahkan jika anak yang Anda kandung itu pun menjadi perokok saat remaja!

Demikian temuan sebuah riset baru yang dilakukan di Australia. Anak-anak yang ibunya merokok saat hamil, kemungkinannya hampir tiga kali lipat si anak akan meniru kebiasaan itu saat mereka remaja.

Demikian riset yang diterbitkan dalam jurnal Inggris, Pengendalian Rokok. Studi ini menelusuri 4.500 anak di Brisbane, Australia sejak tahun 1981 untuk mengetahui pola merokok mereka.

Menurut temuan itu, kecanduan rokok tersebut “diprogram” ke bayi melalui nikotin yang masuk melalui tali pusar. Demikian seperti dilansir situs News.com.au, Selasa (28/11/2006).

Penelitian yang melibatkan tiga ribu wanita ini merupakan bukti pertama bahwa merokok berdampak langsung pada kemungkinan seseorang menjadi perokok.

Tim dari Rumah Sakit Mater dan Universitas Queensland menemukan, proporsi anak yang merokok jauh lebih besar di kalangan mereka yang ibunya merokok selagi mengandung.

Anak-anak dari ibu perokok tiga kali lebih mungkin untuk mulai merokok secara teratur saat mereka berusia 15 tahun dibandingkan anak yang ibunya bukan perokok.

Pola merokok di kalangan anak yang ibunya berhenti merokok saat hamil namun kemudian kembali merokok adalah sama dengan mereka yang ibunya bukan perokok.

“Ini bukti pertama bahwa perilaku ini (merokok) punya efek langsung, bukan efek tak langsung pada kemungkinan anak menjadi perokok,” ujar pemimpin riset Dr Abdullah Al Mamun dari Universitas Queensland.

Para periset berharap, temuan baru ini akan memberikan kekuatan tambahan dalam kampanye menghentikan kebiasaan merokok wanita hamil. Riset klinis terdahulu membuktikan bahwa nikotin yang masuk melalui plasenta bisa berpengaruh langsung pada perkembangan otak bayi.

Studi Kehamilan Universitas Queensland juga telah mengungkapkan fakta bahwa bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu perokok lebih mungkin tumbuh menjadi obesitas saat dewasa nanti. (ita/sss)

Sumber : Detik

Pantaskah Mengukur Nikmat Yang Allah Berikan

November 17, 2006

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulilah detik ini masih diberikan kesempatan untuk menulis.

Sungguh terekam dalam hati Khotbah jum’at 17 Nov 2006 yang telah disampaikan oleh khotib.

Beliau menceritakan seorang hamba Allah yang umurnya mencapai 500th.

Umur yang sepanjang itu hanya digunakan untuk mengabdi kepada Allah.

Sang hamba Allah ini tinggal dipegunungan yang dikelilingi laut nan luas yang tidak ada makhluk hidup disitu kecuali hanya hamba Allah ini.

Untuk mencukupi semua kebutuhan hidup hamba Allah ini, Allah mengalirkan sungai yang jernih yang bisa langsung diminum dan untuk makan Allah telah tumbuhkan buah delima yang berbuah tiap malam, padahal buah delima tersebut seharusnya berbuah satu tahun sekali..Subhanallah..itulah nikmat yang Allah berikan untuk hamba-Nya yang taat itu.

Didalam setiap doanya, sang hamba Allah ini selalu berdoa agar ketika di panggil Allah dalam keadaan sujud menyembah Allah, dn demikian juga ketika dibangkitkan di yaumil akhir sang hamba Allah inipun berdoa ketika beliau panggil dalam keadaan bersujud pula.

Sungguh suatu nikmat yang luar biasa yang Allah berikan, doa sanga hamba Allah inipun dikabulkan.

Ketika sang hamba Allah ini dibangkitkan, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk memasukan hamba Allah ini kedalam surga-Nya. Namun apa kata hamba Allah ini, “Ya Allah tolong masukan aku kedalam surga-Mu karena amal ibadah yang aku lakukan”. Kemudian Allah-pun menyuruh untuk yang kedua kalinya kepada malaikat, kata Allah : “Wahai malaikat-Ku, masukan hamba-Ku ini kedalam surga-Ku.” Namun apa kata hamba Allah ini, “Ya Allah tolong masukan aku kedalam surga-Mu karena amal ibadah yang aku lakukan”. Akhirnya seruan hamba Allah yang kedua ini di kabulkan Allah, dan menyuruh kepada malaikat-Nya untuk menimbang amal baik yang dilakukan selama 500th itu.

Allahu Akbar..Allahu Akbar…Allahu Akbar.

Ketika amal baik hamba Allah yang beliau kerjakan selama 500th ini dikerjakan dan ditimbang hanya dengan satu nikmat Allah saja yaitu mata, ternyata timbangan nikmat Allah lewat mata lebih berat dari amal ibadah yang beliau kerjakan selama 500th…Subhanallah.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs Ar-Rahmaan)”

Menyadari akan hal itu, akhirnya hamba Allah ini bertaubat dan memohon kepada Allah agar ia dimasukan kedalam surga-Nya karena rahmat Allah.

Akhirnya doa hamba Allah inipun dikabulkan-Nya dan memasukannya hamba Allah ini kedalam surga-Nya bukan karena amal ibadahnya yang telah selama 500th akan tetapi karena rahmat-Nya.

Subhanallah…

Semoga kita yang masih diberikan sisa umur senantiasa beramal ibadah dengan ikhlas tanpa harus mempertimbangkan besarnya amal ibadah yang dilakukan, karena nikmat Allah yang diberikan kepada kita sungguh tiada banding.

Allah berfirman, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang” (QS An Nahl 18).

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Ghozan 1th 8bln

November 10, 2006

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Syukur alhamdulillah, Ghozan saat ini telah menginjak usia 1th 8bln.

Suatu kebahagian yang teramat sangat bagi Kami sebagai orang tua atas amanah yang Allah berikan ini.

Diusianya yang 1th 8bln, berbagai macam perkembangan baik itu kognitif, motorik halus dan kasar, sosial dan emosinya menurut pengamatan Kami luar biasa.

Alhamdulillah sudah banyak kata-kata baik yang meluncur dari mulutnya yang munggil dan deretan giginya yang rapi dan hampir penuh .

Alhamdulillah perkembangan fisiknyapun sesuai dengan grafik tumbuh kembang anak seusianya.

Alhamdulillah kondisi kesehatannya jarang sekali sakit.

Alhamdulillah diusianya 1th 8bln Ghozan dah mulai belajar sholat ketika Kami sholat, foto diatas diambil ketika Kami mau sholat maghrib, bacaan Bismillahirohmannirohim, Alhamdulillah,Assalamualaikum, Allahu Akbar, Astaghfirullah sudah mulai lancar dan menjadi makanan setiap hari meskpipun belum begitu jelas pengucapannya.

Akhir-akhir ini kalau lagi asyik main sendiri ngga mau di ganggu.

Bahkan tangan bundanya yang isengin susunan mainannya disingkirkan sama Ghozan…hehehehe.

Tiap hari maunya main bola, bersyukur halaman depan yang Kami tanami rumput sudah hijau merata sehingga asyik buat Ghozan dan temannya yang lebih dewasa (SMP/SD) buat main bola.

Kalau lagi main bola ngga kenal siang ngga kenal malam…..lucu sekali teriak-teriak…go..go…go..ole…ole…ole.

Setiap mau tidur berdoa sambil mengangkat kedua tangan dan mengusapkannya di wajah ketika doa sudah selesai adalah ritual yang Kami lakukan setiap harinya.

Untuk acara TV, alhamdulillah Kami menggantikannya dengan DVD kisah-kisah Nabi, Planet Animal, lagu anak-anak, Harun Yahya…atau juga streaming video (Google, You Tube, Yahoo…etc)yang bagus dari internet yang Saya download dan Saya burning sendiri…dan alhamdulillah Ghozan tampak antusias sekali melihatnya.
Subhanallah…Allahu Akbar.

Semoga harapan dan doa Kami, Ghozan bisa menjadi anak yang sholeh.amin ya Rabbal allamin.

Wassalamuallaikum Warohmatullahi Wabarokatuh