Lilypie 4th Birthday PicLilypie 4th Birthday Ticker

Refleksi Akhir Tahun 2006

December 29, 2006

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Refleksi akhir tahun catetan dari kawulo alit.

Tinggal dalam hitungan hari, Insya Allah kita semua akan memasuki tahun baru masehi tepatnya tanggal 1 januari dimana sistem kalender kita menganut sistem kalender Gregorian sama seperti mayoritas negara Barat.

Peristiwa demi peristiwa silih berganti hadir dihadapan dua bola mata kita.

Apa yang Saudara lihat?

Apa yang Saudara rasakan?

Rasanya belum lagi hilang trauma tsunami saudara kita di Aceh, kini banjir telah meluluh lantakan Aceh kembali. Gempa di Yogya dan Klaten, Luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Longsor di Padang, Perang antar suku di Papua, Gizi buruk di Jakarta dan peristiwa lainnya yang tidak mungkin saya lupakan begitu saja.

Sementara anakku setiap hari tumbuh semakin dewasa, lapangan pekerjaan semakin sulit dan mencekik, angka kemiskinan semakin meningkat……

Konon katanya negara kita yang gemah ripah lohjinawi….kok ya harus impor beras…….

Hutanku dimana…????

Padahal angka inflasi hanya 1 digit 5,27% (data Nov 2006, BI) dan cadangan devisa negara kita 41,578.60 (Juta USD data 30 Nov 2006, BI) sementara konon katanya negara kita sudah tidak punya hutang di IMF lagi…karena sudah dilunasi…bahkan pemerintah Jermanpun yang ingin menghapus hutang RI atau debt swap-pun konon katanya ditolak karena karena akan mempengaruhi reputasi Indonesia.

Belum lagi kalau kita lihat mobil mewah keluaran terbaru banyak berseliweran dimana-mana….

Belum lagi koruptor yang masih bisa tidur dengan nyenyaknya….

Kemana hati nurani bangsa yang besar ini????

Ku-teringat lagu Kang Ebit G Ade :

Kita mesti telanjang
dan benar-benar bersih
Suci lahir dan didalam bathin

Tengoklah kedalam sebelum bicara
singkirkan debu yang masih melekat
oh.. singkirkan debu yang masih melekat

Anugrah dan bencana adalah kehendaknya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia diatas segalanya
oh.. adalah Dia diatas segalanya

Anak menjerit-jerit
Asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih

Ini bukan hukuman
Hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan
Masih banyak tangan yang tega berbuat nista

Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat

Kemanakah lagi, kita kan sembunyi?
Hanya kepada-Nya kita kembali

Tak ada yang bakal
bisa menjawab
Mari hanya runduk sujud
pada-Nya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin

Tuhan ada disini, didalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum
oh.. berusahalah agar Dia tersenyum

Sedih…duka…pilu senantiasa menyergap kedalam relung hati ini.

Apalah dayaku…..

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-rahman).

Kurenungi diriku sendiri….

Apa yang belum, sedang dan sudah aku peroleh selama diberikan umur sampai detik ini…???

Sudahkah yang aku peroleh bermanfaat buat aku, anak, isteri, saudara, tetangga atau orang lain..???

Semoga apa yang belum, sedang dan aku nikmati karunia Allah ini berasal dari sumber yang halal dan thoyib dan juga semoga bermanfaat buat aku, anak, isteri, saudara, tetangga dan orang lain tanpa harus membedakan suku, agama..dll.

Harapan dan doaku…

Jikalau Allah masih memberikan umur panjang untuk menatap tahun yang akan datang…semoga umurku akan membawa keberkahan…amiin Ya Rabbalallamin.

Selamat Tahun Baru 1 Januari 2007

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

-kawuloalit-

Ibuku Pahlawanku….Inspirasiku

December 22, 2006

Assalamualaikum…

Hari ini tanggal 22 Desember di peringati sebagai Hari Ibu Nasional.

Sedikit kilas balik kenapa tanggal 22 desember di tetapkan sebagai Hari Ibu.

Adalah pada tanggal 22 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta dan membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional, hingga kini.

Ingat Hari Ibu..ingat Almarhumah Ibu atau Saya biasa memanggil Emak Saya, yang sungguh didalam hidupnya adalah wanita yang sangat…sangat….sangat lura biasa bagi Kami berlima..karena Kami adalah Lima Bersaudara.

Sedikit sisi kehidupan Almarhum Emak Saya…yang membuat Kami menjadikan beliau sebgai Pahlawan sekaligus inspirasi dalam kehidupanku.

Entah tahun berapa Almarhum Emak berpisah dengan Almarhum Ayah, yang masih Saya ingat ketika Sya kelas 4 SD sepertinya Kami berlima sudah tidak pernah melihat almarhum ayah berada dirumah.

Entah juga berpisah sesuai aturan agama atau tidak saat itu saya tidak tahu atau sengaja almarhum menutup-nutupi buat Kami.

Sejak saat itulah almarhum harus menghidupi Kami berlima hanya dengan mengandalkan rezeki dari jualan nasi dan bubur di pagi hari yang bertempat/ mangkal di depan balai desa atau kantor kelurahan dengan berbekal meja bambu untuk sarapan anak atau orang-orang yang akan beraktifitas.

Sungguh karunia Allah sangat luar biasa, alhasil Kami berempat lulus sampai SMA sementara yang satu tidak mau sekolah, dimana dilingkungan desa kami adalah suatu hal yang sangat jarang anak-anaknya sekolah sampai tinggi karena maklum kehidupan dipelosok desa yang ada adalah bagimana caranya supaya besok bisa makan.

Yah..almarhumah menjalani usaha kecil-kecilan ini mungkin lebih dari 15tahun.

Diusianya yang sudah senjapun beliau masih tetap bersemangat untuk berjualan.

Dikala sakit, beliau tidak pernah mengeluh kepada anak-anaknya, alhasil kira-kira tahun 1996 Almarhum harus di operasi karena menderita sinusitis akut..yang mana bau tidak sedap keluar dari luang hidungnya dan setiap bersin mengeluarkan nanah……sungguh sangat luar biasa almarhum Emakku…ketika di operasi adalah daging yang sudah membusuk menjadi nanah.

Semenjak itulah kondisi kesehatan Almarahum mulai menurun sedikit demi sedikit, belum lagi beban pikiran yang sangat luar biasa..ditambah penyakit maag, paru-paru, jantung……namun beliau tetap tegar menjalani kehidupannya.

Setiap hari bangun jam 3 pagi untuk memasak nasi, bubur dll untuk persiapan dagangannya….sesudah shubuh…kira-kira jam 5 pagi atau jam 5:30 pagi…kami berlima bergantian mengusung makan itu untuk di bawa ke pangkalan menyusuri jalanan yang becek kalau pas hujan sejauh kira-kira 500m.

Sementara setiap harinya beliau tidur mulai pukul 10 atau 11 malam….dan di tengah-tengah malam sekitar jam 1 atau 2 dini hari…beliau bangun..membasuh muka berwudhu…untuk qiyamul lail sholat tahajud……

Hmmmmmmm…Subhanallah……….sungguh sangat luar biasa almarhum Emakku.

Hal itu dilakukan setiap hari berpuluh tahun tanpa mengeluh sedikitpun.

Setiap bulan ramadhan tiba, almarhum buka usaha kecil-kecilan menjual rujak, gorengan, kolak..dll untuk persiapan orang berbuka puasa…….dan inipun dilakukannya selama berpuluh-puluh tahun.

Setiap malam di bulan ramadhan kami harus pulang malam kadang sampai jam 12 malam menunggu dagangannya habis……subhanallah…..

Namun beliau tidak pernah mengeluh sedikitpun…..

Sampai akhirnya Allah menjemputnya diusia sekitar 60an tahun ketika Saya sudah bekerja di Bekasi.

Meskipun sampai saat ini senantiasa teringat…..akan perjuangan beliau membesarkan Kami berlima…saat itulah tanpa Saya sadari air mata menetes di pelupuk mata……..

Sedih…disaat-saat terakhir Saya tdak bisa menemaninya…..hingga saat pemakamannyapun Saya tidak melihat karena menunggu saya pulang terlalu lama…..

Itulah kesedihan Saya sampai detik ini……

Tapi saya sudah ikhlas……

Semoga Insya Allah Kami dipertemukan lagi dengan almarhum Emak Saya agar bisa bersama-sama lagi.

Semoga segala amal baik beliau sanggup mengikis segala kekhilafannya, dan masuk dalam Surga-Mu ya Rabb.

Amiin Ya Rabbal Allamin

Wassalamualaikum.

Ghozan 1th 9bln

December 20, 2006

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah, puji dan syukur Kami haturkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia, rahmat dan hidayahnya Kami masih diberikan kesempatan untuk bersama-sama dengan Ghozan Fulvian Algorizmi Hanta.

Tepat di hari ini, alhamdulillah Ghozan sudah berusia 1th 8bln 10hari.

Baru hari ini saya mencoba untuk menulis, setelah beberapa bulan ini terasa sangat berat sekali untuk melawan kemalasan.

Diusinya yang masih bocah, alhamdulillah Ghozan setiap harinya menunjukan perkembangan yang membahagiakan Kami.

Kebiasaan memegang kancing baju setiap mau tidur dan saat terbangun dari tidur sudah mulai jarang dan hampir tidak terdengar lagi kata-kata cing…cing..kancing.

Kebiasaan pertanyaan mana bunda? mana ayah? mana ani? mana roti?…pokoknya serba mana…..sudah berganti minta ini dan itu.

Setiap di tanya bunda atau ayah mana ketika sedang bekerja…jawabannya bunda/ ayah ‘Ja’ artinya sedang bekerja, kalau di tanya bunda/ ayah bekerja mencari apa…jawabannya tegas ‘uang’, kemudian di lanjutkan pertanyaan untuk apa..jawabannya ‘kolah’ artinya sekolah…heheheh…mungkin ini doktrin yang kami berikan ke Ghozan…sehingga setiap Kami tinggal pergi sudah jarang sekali menangis.

Kebiasaan terima kasih setiap di beri sesuatu..alhamdulillah sudah lancar dan tidak dilupakan lagi…semoga seterusnya sampai dewasa.

Salaman dan ciumanserta salam mnyertai kepergian dan kedatangan Kami setiap hari.

’salamkul’ itulah salam yang diucapkan Ghozan yang berarti assalamualaikum

‘bisillah’ itulah ucapan yang kerap dibacakan setiap akan atau mau beraktifitas

‘Allahu bar’ maksudnya Allahhu Akbar..setiap Kami naik motor melintasi masjid dekat rumah…..

Lucu sekali…..

Kemarin pas Kami sholat maghrib…Ghozan langsung sujud di sajadah depan..sambil membaca bacaan doa mau bobo..bismika….Allahumma ahya…….dst….

Kami tertawa…karena lucu…wong mau sholat kok bacaannya mau bobo…hehehehe…..

Yah karena setiap mau bobo Kami membiasakan berdoa sebelum bobo.

Alhamdulillah sudah bisa mengucapkan 3 suku kata dan untuk sementara hanya itu yang baru saya dengar setiap pagi….’bang beli roti’….yah itulah ucapan setiap pagi Ghozan…menyetop pedagang roti keliling..yaitu sari roti.

Kebiasaan yang terbaru yang Kami amati…baru-baru ini…setiap ada yang mengusik ketentraman dia sedang main…..pasti angkat telunjuk jari sambil mengucapkan ‘akal’ artinya nakal…….hehehehe…kelihatan ekspresinya lucu sekali.

Kejelakannya sekarang suka ngamukan kalau minta ngga dituruti…kadang-kadang saya tetep kekeuh ngga menuruti nurut juga meskipun harus menagis dahulu..tapi inilah proses pembelajaran.

Alhamdulillah sudah bisa mengadu…

Semalam cerita…..pas mau bobo….

Ketika mau ngambil bola…yang masuk kedalam/ atau di bawah kolong tempat tidur..kepalanya kejedot tempat tidur…hehehe…di tanya katanya sakit….lucu sekali gaya pengaduannya……Kami di tunjukin…tu….tu….itu…sambil mengulang proses kejadainnya…hehehehe….

Dan yang membahagiakan Kami…sekarang setiap mau bobo..pasti Kami harus lengkap bertiga sama Ghozan…kalau saya ngga ada….pasti manggil..yah..ayah….

Kalau dah lengkap..baru dech minta nenen…dan terlelap di pelukan bundanya.

Hmmm…alhamdulillah…

Ngga akan ada habisnya menuliskan karunia Allah yang di amanahkan ke Kami lewat Ghozan.

Terima kasih Ya Rabb.

Terima kasih Bunda.

Semoga senantiasa Kami dalam lindungan-Mu.amiiin

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh