Mau Jadi Apa IPDN…???
Assalamualaikum…
Sekedar lamunan kawuloalit, melihat fenomena kekerasan di lembaga yang konon katanya pencetak calon pemimpin bangsa…kok yo ga lebih dari pada almarhum Sumanto sang pemangsa manusia.
Belum hilang rasa duka di hati orang tua yang di tinggalkan putra tercintanya, almarhum Praja Wahyu Hidayat th2003 ketika itu masih bernama STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) untuk yang kesekian kalinya nyawa begitu tidak ada harganya di lembaga ini.
Apalacur STPDN bergabung dengan IIP(Institut Ilmu Pemerintahan) dan berubah nama menjadi IPDN(Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dengan harapan akan lebih baik, agar efisien dari sisi anggaran karena kedua lembaga ikatan dinas dibawah Depdagri (Mendagri saat itu Hari Sabarno) ini sama-sama dibiayai APBN. Selain itu, dengan nama baru IPDN, kurikulum makin baik dan kampus ini jauh dari stigma sebagai ladang kekerasan. Bukan itu saja. Depdagri juga melakukan reorganisasi terhadap petinggi perguruan tinggi ini.
Namun apa dikata, kini muncul korban lagi Cliff Muntu..???
Berbagai media cetak dan elektronik menyoroti akan hal ini, bahkan RI 1 pun langsung turun tangan tak segan-segan memanggil petinggi IPDN I Nyoman Sumaryadi.
Aneh bin ajaib IPDN ini?
Betapa tidak sesoarang yang dengan niat tulus ikhlas untuk menyampaikan yang benar malah di ganjar tidak boleh mengajar?
Aneh….lebih aneh dari almarhum Sumanto sang pemangsa manusia sekalipun.
Mau jadi apa sampeyan iki toh……
Dimana hati nurani sampeyan..???
Apakah pantas calon pemimpin demikian…???
Harapan dan doa saya, kalau memang IPDN masih layak untuk diperjuangkan…semoga korban Cliff Muntu ini menjadi yang terakhir.
Wassalam








