4 Perkara Berdasarkan Penuturan Nabi Adam
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Khutbah Jumat 11 Mei 2007 mengangkat tema “4 perkara yang diberikan Allah terhadap umat Nabi Muhammad SAW berdasarkan penuturan Nabi Adam”
1. Taubatnya umat Nabi Muhammad SAW tidak seperti taubatnya Nabi Adam.
Subhanallah……alangkah bahagianya umat Nabi Muhammad SAW karena bisa bertaubat dimana saja dan kapan saja, sementara Nabi Adam sendiri taubatnya hanya bisa diterima setelah bertahun-tahun menunggu dengan penuh kesabran dan keikhlasan dalam bertaubat dan hanya diterima di kota Mekah.
Seandainya saja Allah menyamakan umat Nabi Muhammad SAW seperti Nabi Adam tentu sungguh sangat memberatkan.
2. Taubatnya umat Nabi Muhammad SAW tidak dipisahkan dari Isterinya.
Subhanallah…..alangkah bahagianya umat Nabi Muhammad SAW karena ketika berbuat dosa terhadap Allah SWT ketika sudah menjadi keluarga tidak serta merta dipisahkan dari keluarganya, sementara ketika Nabi Adam berbuat dosa dan hanya memakan buah kuldi Allah menurunkan Nabi Adam dari surga ke bumi dan memisahkannya dari isteri beliau Siti Hawa.
Namun ketika kita berbuat dosa dan maksiat setiap hari namun Allah tidak memisahkan kita dari isteri ataupun keluarga.
3. Taubat umat Nabi Muhammad SAW tidak dengan tanpa busana.
Subhanallah…alangkah bahagianya umat Nabi Muhammad SAW karena setiap berbuat dosa atau maksiat tidak terus ditelanjangi tanpa busana, sementara Aku..kata Nabi Adam turun kebumi dengan tanpa busana dari ujung kaki hingga ujung rambut secuilpun.
4. Taubat umat Nabi Muhammad kata Nabi Adam tidak perlu menunggu waktu berlama-lama.
Subhanallah…alangkah bahagianya umat Nabi Muhammad SAW karena setiap berdoa dengan khusyuk dan ikhlas dengan tidak mengulangi perbuatan dosanya Insya allah akan langsung diterima Allah SWT, sementara Aku..kata Nabi Adam harus menunggu bertahun-tahun baru diterima.
Tidak ada kata-kata yang lebih untuk kita panjatkan kecuali ucapan syukru’lillah kehadirat Allah SWT atas segala keistimewaan yang Allah SWT berikat kepada Kita, betapapun kita berbuat dosa besar dan bermaksiat kapan saja dan dimana saja kalau Kita mau bertaubat dengan sungguh-sungguh dengan penuh kekhusyuk-an dan keikhlas Allah akan menerimanya sampai ajal menjemput Kita.
Dan ingatlah selalu sebuah surat di dalam Alquran At Takaatsur.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[1] Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
[2] sampai kamu masuk ke dalam kubur.
[3] Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
[4] dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
[5] Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
[6] niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
[7] dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainulyaqin,
[8] kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.








