Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Filter AC LG Sukses Lumpuhkan Virus Flu Burung dalam 98 Detik!

June 5, 2007

Assalamualaikum

Sekitar 1 tahun yang lalu Mas Pri menulis tentang AC pembunuh Virus Flu Burung, yang didalamnya ada tulisan seperti ini :

“Akhirnya LG membuat AC yang dilengkapi dengan filter yang terbuat dari enzim yang ada pada Kimchi. Banyak yang berpendapat bahwa LG terlalu cepat memasarkan produk ini sebelum ditemukan adanya bukti ilmiah. Bahkan dalam press release-nya LG pun mengakui bahwa masih sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Hal ini tidak menghentikan LG untuk memasarkan produk tersebut dan seperti yang kita lihat melakukan promosi besar-besaran.”

Kebetulan hari ini saya membaca berita yang cukup meyakinkan buat saya, bahwa sudah ada uji ilmiahnya/ laboratoris di IPB dan dinyatakan berhasil sukses seperti di kutip di bawah ini :

“Untuk memastikan apakah virus H5N1 benar-benar sudah mati, kami mengambil sample virus yang melekat pada filter AC LG Neo Plasma Plus Ion dan memasukkannya kembali kedalam telur berembrio. Dan ternyata setelah kami periksa tidak ada aktifitas perkembangbiakan virus didalam telur tersebut alias virusnya sudah mati,“ tegas Dr.Wayan.”

Berikut Sertifikasi Lulus Uji Laboratoris dari FKH-IPB :

Selain di IPB pengujian juga di lakukan di institut kesehatan Harbin Veterinary Research Institue Of China dan juga di Restroscreen Virology Oxford di London dengan tingkat keberhasilan 99,99% virus yang terdapat diudara dapat dibasmi termasuk virus flu burung (H5N1).

Berita selengakpnya :

Uji Laboratoris IPB : Filter AC Sukses Lumpuhkan Virus Flu Burung dalam 98 Detik!

Peneliti Indonesia dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui tim yang diketuai Dr.drh. I Wayan Wibawan (Wakil Dekan FKH-IPB) sukses melakukan uji laboratoris pelumpuhan virus flu burung (Avian Influenza Virus – H5N1) dalam waktu sekejap. Hasil ini diumumkan pada diskusi terbuka yang digelar di Hotel Crown Plaza, Jakarta baru-baru ini.

Flu burung masih menjadi ancaman wabah serius di Indonesia dalam lima tahun kedepan bila semua komponen masyarakat tidak segera tanggap memeranginnya. Menurut catatan Departemen Kesehatan RI, sejak tahun 2005 di Indonesia telah terjadi 91 kasus positif flu burung dengan jumlah korban tewas 71 orang.

Virus ini menyebar melalui aktivitas migrasi burung-burung liar yang menjadi `induk semang` virus tesebut. Selain itu kontak langsung dengan hewan terinfeksi, feses (kotoran hewan), air minum, peralatan kandang, dan udara di daerah yang tercemar juga memiliki resiko dalam menyebarkan virus ini.

H5N1 mampu bertahan hidup dalam kotoran hewan selama 35 hari sehingga membuat tingkat ancaman virus ini begitu tinggi. Indonesia merupakan wilayah pandemik flu burung dengan jumlah korban manusia terbesar. Wilayah penyebaran tertinggi diantaranya DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat secara keseluruhan dengan tingkat kontaminasi diatas 20%.

Menggunakan Filter AC

Dalam penelitiannya Dr.Wayan memaparkan bahwa Virus H5N1 yang dibiakkan dalam telur berembrio oleh tim peneliti yang beranggotakan Dr.drh. Retno Soejoedono, Msi dan Dr.drh.Sri Murtini, Msi. dilepas dalam ruang tertutup (chamber room) sebanyak 1 milyar virus/meter kubik. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat besar diatas ambang ukuran normal virus yang ada di ruangan tertutup dan juga diatas jumlah virus yang ada pada unggas (1 juta virus/m3).

“Virus untuk percobaan ini kami dapatkan dari ayam yang terinfeksi H5N1 di wilayah Tasikmalaya dan kemudian kami biakkan kedalam telur-telur yang hidup (berembrio),“ kata Dr.Sri Murtini menjawab pertanyaan wartawan mengenai darimana asal-usul virus untuk ujicoba tersebut.

Selanjutnya virus H5N1 aktif dalam bentuk droplet biologis itu dimasukkan kedalam ruangan testing chamber seluas 1 meter kubik. Didalamnya dipasang AC LG Neo Plasma Plus Ion yang berkapasitas 1PK (900BTU). Hasilnya dalam waktu 4 jam udara yang berada didalam ruangan testing chamber telah bersih dari virus.

“Hal ini berdasarkan asumsi bahwa AC ini mampu menyedot dan mengeluarkan udara sebanyak 6,8m3/menit dan dengan densitas 1 milyar virus/m3 maka kemampuan clearance alat penyejuk udara ini adalah 61.275virus/menit,“ papar Dr.Wayan.

Hasil ini bila dikonversikan pada tingkat normal densitas virus didalam ruangan tertutup `indoor` yaitu 100ribu partikel virus/m3, maka bisa dipastikan bahwa filter pada AC LG Neo Plasma Plus Ion hanya membutuhkan waktu 98 detik untuk melumpuhkan virus flu burung (H5N1).

“Untuk memastikan apakah virus H5N1 benar-benar sudah mati, kami mengambil sample virus yang melekat pada filter AC LG Neo Plasma Plus Ion dan memasukkannya kembali kedalam telur berembrio. Dan ternyata setelah kami periksa tidak ada aktifitas perkembangbiakan virus didalam telur tersebut alias virusnya sudah mati,“ tegas Dr.Wayan.

Lebih lanjut Dr.Wayan mengatakan bahwa upaya dan inisiatif yang dilakukan LG untuk membuktikan teknologi pada AC Neo Plasma Plus Ion-nya merupakan hal positif yang patut dicontoh mengingat banyaknya produsen elektronik yang mengklaim produknya dapat membunuh virus flu burung, namun tidak disertai pengujiannya di Indonesia yang disesuaikan dengan strain/varian virus yang berbeda-beda di masing-masing negara.

Pembuktian ini semakin menguatkan posisi LG yang mengutamakan isu kesehatan pada produk-produknya, khususnya AC Neo Plasma Plus Ion. Teknologi Neo Plasma yang diimplementasikan pada produk AC LG juga telah mengalami uji coba di Institut-institut kesehatan dipelbagai negara seperti Harbin Veterinary Research Institute of China dan Restroscreen Virology Oxford London dengan hasil 99,99% virus yang terdapat diudara dapat dibasmi termasuk virus flu burung (H5N1).

Sertifikasi Lulus Uji Laboratoris dari FKH-IPB
Teknologi Filter yang Efektif

Keberhasilan AC LG Neo Plasma Plus Ion dalam menginaktifasi virus flu burung berkat adanya teknologi filterisasi dimana lima tahapan filterisasi dapat menyaring segala macam jenis partikel jahat seperti kotoran, debu, bakteri, zat-zat berbau tajam, dan virus.

Pre-Filter bertugas menyaring partikel berukuran sedang seperti debu dan jamur, lalu Triple Filter, yang bertugas menghilangkan senyawa kimia seperti bau rokok dan cat. Dilanjutkan dengan Nano Carbon Filter dengan fungsi menghilangkan bau-bauan biologis tidak sedap.

Filter keempat adalah Plasma Filter, yang membunuh kontaminan mikroskopik seperti kutu dan bulu binatang dan ditutup dengan K-AVF Filter. Filter ini secara khusus diuji di laboratorium Virologi, FKH-IPB dalam hal penonaktifan virus. K-AVF Filter yang terbuat dari gabungan Leuconostoc Citreum (intisari fermentasi lactic dari kimchi), Ag-Z (nano silver zeolite), Houttuyina (tumbuhan obat alami dari Korea), dan Triclosan membuat segala macam virus dan bakteri ter-inaktivasi.

“Lima tahapan filter yang digdaya ini memberikan jaminan bagi customer didalam ruangan, untuk selalu menghirup udara sejuk dan bersih,” tandas Ariawan Feriyanto-LGEIN RAC Product Marketing Manager.

Menurut Ariawan AC LG Neo Plasma Plus Ion tersedia dalam variasi kapasitas 3/4PK dan 2 PK masing-masing seharga Rp.2,8 juta dan Rp.5,5juta. Dengan keunggulan ini, Ariawan yakin dapat menjual 35ribu unit AC LG Neo Plasma Plus Ion pada tahun ini dan meningkatkan pangsa pasar AC premium dari 20% pada tahun 2006 menjadi 25% pada tahun 2007.

Secara keseluruhan pangsa pasar AC LG terus mengalami peningkatan dimana tahun lalu 18% berhasil dikuasai dan terhitung dibulan Maret telah mencapai 21% pangsa pasar. Hal ini selaras dengan pencapaiannya di pasar global yang selama 7 tahun berturut-turut sejak tahun 2000 menjadi penguasa dunia di pasar AC.

Intinya Hidup Sehat dan Tanggap Flu Burung!

Tanggap Flu Burung merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Komnas Flu Burung untuk menanggulangi penyebaran virus mematikan ini.Virus Avian Influenza (H5N1) merupakan virus sangat berbahaya karena telah merenggut nyawa tidak saja hewan tetapi juga manusia, meskipun awalnya memang virus ini berasal dari unggas.

Meskipun sangat berbahaya dan mematikan, kita semua dapat melakukan upaya pencegahan secara dini terhadap kemungkinan penyebaran dan perkembangbiakan virus ini.

Presdir LGEIN, Mr. Lee-Kee Ju dan Sekretaris Komnas FBPI, Heru Setijanto
“Untuk mencegah penyebaran dan penularan flu burung kita harus membudayakan diri hidup sehat. Salah satunya dengan Tanggap Flu Burung,” kata Heru Setijanto, Sekretaris Komnas Flu Burung dalam diskusi terbuka yang diselenggarakan oleh LG Electronics Indonesia (LGEIN) di Crown Plaza, Jakarta baru-baru ini.

Program Tanggap Flu Burung diantaranya menghimbau masyarakat agara: Jangan Sentuh unggas yang sakit atau mati mendadak. Jika terlanjur harus cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan melaporkannya ke kepala desa. Cuci tangan dan peralatan memasak pakai sabun. Masak ayam dan telur ayam sampai matang.

Memisahkan unggas dari manusia, pisahkan unggas baru dari unggas lama selama 2 minggu. Periksakan ke Puskesmas jika mengalami gangguan flu burung dan demam setelah berdekatan dengan unggas.[heri/heri@praisindo.com]

Sumber: Rileks.com

Semoga informasi ini bermanfaat.

Wassalam