Makna 62tahun Kemerdekaan RI

Assalamualaikum
Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan menghirup udara segar
yang sudah mulai tercemar ini di hiruk pikuknya aktivitas manusia yang
terkadang terlena dengan waktu.
Barangkali 10tahun yang lalu ketika masih didusun….alangkah gegap
gempitanya setiap menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia disertai dengan budaya kerig/gotong royong membersihkan got/selokan, membuat gapura dll.
Saya masih ingat sekitar 30tahun yang lalu…ketika masih duduk di
bangku TK…dengan memakai baju seragam tentara tampak gagah dan penuh
percaya diri…maju kedepan dan membaca puisi, seakan Saya telah
menjadi pahlawan sungguhan.
Dengan berbekal senapan dari pelepah pisang dan kain sarung….pekik
merdeka..membahana mengelilingi kampung halaman.
Namun tahun berganti tahun seiring berkembangnya negeri tercinta ini
sementara berkurangnya jatah menghirup udara di sambikala ini tidak
pernah terlihat dalam pandangan mata dan hatinuraniku pemaknaan
kemerdekaan di negeri ini dari tahun ke tahun….sepertinya hati ini
kelu dan membisu melihat fenomena ini.
Pengangguran yang semakin tinggi, kesehatan yang terpuruk, Biaya pendidikan
yang membumbung tinggi…..kesenjangan sosial ekonomi yang sangat
pincang…Sementara angka kemiskinan dari tahun ketahun semakin
meningkat, tahun 2004 ada sekitar 27juta KK yang menyerap 27triliun
APBN, sekarang tahun 2007 bukannya menurun malah meningkat menjadi
34juta KK dengan menyerap dana 35triliun
APBN(Antara) dilain sisi Korupsi makin merajalela
dan tak terbendung lagi..bahkan Otonomi daerah sudah begitu gamlang
memunculkan raja-raja kecil, bahkan lembaga yang dipercaya mewakili rakyatpun terkontaminasi juga.
Kepada siapa aku harus mengadu?
Masih di berita yang sama :
Saya sungguh sangat prihatin jika selama ini masyarakat hanya selalu disuapain terus menerus tanpa dibimbing untuk kreatif…inovatif dan berwawasan mandiri.
Profesor dan Doktor semakin hari semakin meningkat jumlahnya…belum lagi
juara-juara olimpiade di bidang science….
Namun saya tidak pernah bisa melihat relevansinya terhadap membaiknya indeks pasar
modal, membaiknya angka pertumbuhan, membaiknya nilai tukar rupiah, menurunnya laju inflasi dan segala macam tetek bengek indikator ekonomi lainnya, sementara fakta menaiknya angka depresi dan bunuh diri, merebaknya kerusuhan antara para pedagang kaki lima atau pekerja seks komersil serta dampak PHK yang sangat luar biasa,
meningkatnya perdagangan dan pemakaian narkoba, meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga dan tetek bengek indikator sosial lainnya.
Apa yang salah dengan negeri ini…???
Apa makna 62 tahun kemerdekaan ini…???
62tahun waktu yang tidak sedikit untuk belajar memaknai kemerdekaan ini.
Apakah ini negeri Republik Mimpi…???
Apa yang kau lihat dan kau saksikan….???
Apa yang bisa kuperbuat…???
Sementara anak-anakku mulai terlahir dengan beban berat memikul hutang
dan rusaknya lingkungan hidup ini, belum lagi berbagai macam bencana yang tak kunjung sirna sebagai ulah tangan-tangan yang serakah.
Apa yang engkau wariskan?
Duhai pahlawan bangsaku…..?
Seandainya engkau melihat semua ini……pasti air matamu bisa
mengalirkan air keribuan hektar tanaman padi yang kekeringan dan mampu
menanggulangi kebakaran hutan dari keangkara murkaan manusia.
Seandainya engkau menyaksikan negeri ini…..duhai pahlawan bangsaku…….
Ya Rabb….
Tidakah cukup dewasa kami memaknai 62tahun ini….
Jadikanlah Kami jiwa-jiwa yang senantiasa istiqomah.
Maafkan Kami ya Rabb jika belum mampu mensyukuri atas segala nikmat dan karunia-Mu.
Maafkan Kami ya Rabb jika belum mampu memberikan manfaat untuk negeri
ini.
Jadikanlah anak-anak Kami yang Engkau amanahkan kepada Kami menjadi
Pemimpin yang adil dan jujur yang beretika dan bermartabat yang
mempunyai hati dan nurani.
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Sekali Merdeka Tetap Merdeka.
Wassalamualaikum








