Soeharto Dimata Saya
Assalamualaikum
Hmmmmm…..
Kiranya sudah saatnya saksi-saksi sejarah yang masih hidup tidak perlu takut lagi mengungkapkan sejarah politik Indonesia yang sebenarnya.
Tinggalkan budaya ewuh pekewuh yang menurut saya budaya pembodohan yang sistemik.
Sampaikan yang benar meskipun itu pahit, agar generasi seperti saya dan kelak anak, cucu dan cicit saya tidak terus menerus dalam keabu-abuan.
Bahwasannya Soeharto berhasil dalam membangun infrastruktur Indonesia….sampaikan dengan sejujur-jujurnya.
Bahwasannya Soeharto sebagai “pol pot“nya Indonesia seperti di sampaikan Ibu Dewi Soekarno (Janda Soekarno) sampaikan sejelas-jelasnya.
Bahwasannya Soeharto dilansir sebagai koruptor no wahid versi PBB, silakan ungkapkan sejujur-jujurnya.
Buat saya sebagai wongcilik hanya ingin melihat Indonesia kedepan tidak hanya disibukan oleh persoalan orang yang sudah meninggal dunia.
Sampaikan sejujur-jujurnya…..dan biarlah rakyat yang menilai.
Apakah pantas dinobatkan sebagia Bapak Pembangunan?
Atau
Apakah pantaskah disebut sebagai Pahlawan Nasional?
Buat saya Soeharto adalah Soeharto yang telah menenggelamkan harapan dan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia….hingga bangsa ini terpuruk sampai detik ini.
Wallahualam
Wassalam















yakin berbeda, satu dengan lain. Komentar tentang pak Harto, adalah kenyataan kesan bagi bersangkutan. kalo sayaa sih pak Harto sudah berbuat untuk terbaik dimasanya dengan caranya. Ada korban, ada yang tertolong, semua mungkin. Yang dirsakan adalah ada kemajuan pengetahuan, sehingga terbuka mata dan pendapat saat pemimpin pmerintahan beliau, sehingga dapat dan tahu meng KRITIK kelakuan beliau.
Comment by gesek — February 7, 2008 @ 1:08 pm
bagi saya kebaikan dan keburukan yang ada dalam diri seorang soeharto sama ukurannya. dia berjasa dalam membangun indonesia, dia juga bertanggung jawab dalam menenggelamkan bangsa ini pada budaya korupsi yang luar biasa.
Jangan katakan dulu gak ada musibah, sekarang banyak musibah. Karena sesungguhnya penghancuran sumber daya alam yang berbuntut musibah luar biasa ini, dimulai pada masa kepemimpinan Soeharto. Dan jangan katakan Soeharto tidak tau!!!
Karena baik dan buruknya seimbang, maka jangan dia disebut pahlawan. seperti tak usah pula menyebut dia penjahat. Jadikan dia orang biasa…tanpa gelar mulia dan julukan hina
Comment by ira — February 26, 2008 @ 7:32 am