Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Ketika Tubuh Terbujur Kaku

February 22, 2008

Assalamualaikum wr wb

Inna li Allah wa inna ilaih rajiun yang berarti kami milik Allah dan kepada-Nya akan kembali.

Senin 18 February 2008 saudara seiman dan seakidah saya menghembuskan nafasnya yang terakhir…mendahului Kita semua.

[Ali’Imran : 185]

[185] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Dalam ayat tersebut diatas menegaskan, Kull nafs za’iqatul-maut yang mengindikasikan bahwa justru masalah baru setelah kematian telah menunggu. Ayat itu juga menegaskan bahwa kematian hanyalah sebuah terminal yang mesti dilalui oleh siapa saja untuk menuju alam lainnya. Hal itu bisa dipahami dari adanya kata za’iqah yang merupakan derivasi dari kata zaqa-yazuqu yang berarti merasakan. Berdasarkan kata, maka terjemahan yang tepat akan hal itu, Setiap (manusia) pasti merasakan mati. Tidak akan dikatakan merasakan jika sebuah kematian bersifat abadi. Begitu juga tidak akan ada ungkapan, Ya laitani kuntu turaba(seandainya kami dijadikan debu saja) lantaran orang-orang yang melakukan kezaliman disiksa tanpa henti di kehidupan akhirat.

Hal ini tidak lain, karena sesudah mati seseorang akan dibangkitkan dan akan diperhitungkan apakah seseorang lebih banyak kebaikannya atau malah sebaliknya. Jika lebih banyak baiknya tentunya akan mendapatkan justifikasi melalui penerimaan catatan perbuatan dengan tangan kanan dan jika tidak akan menerima dengan tangan kiri dimana-masing sebagai simbol dari kebahagian dan penderitaan sesudahnya.

Allhamdulillah Senin itu saya telah di nasihati oleh Allah SWT secara langsung.
Pada saat almarhum Ibu dan Bapak saya meninggal, saya tidak sempat memandikan bahkan melihat jazadnya yang terakhir sekalipun.

Senin itu Allah telah memberikan kesempatan itu padaku…..pelan-pelan Kami angkat tubuh saudaraku yang sudah terbujur kaku……pelan-pelan…Kami angkat menuju tempat pemandian terakhirnya di dunia nan fana ini.

Pelan-pelan saya ikut memandikan jenazah yang sudah tidak mampu mandi sendiri…….

Dalam hati…….Subhanallah……saya masih diberikan kesempatan untuk bisa mandi sendiri….bagaimana nanti kalau sudah dimandian seperti ini……

Air mata menetes dari dua mataku….

Teringat akan dosa-dosa yang telah aku perbuat.

Astaghfirallah……

Maafkan aku ya Rabb…….

Setelah selesai memandikan…pelan-pelan Kami angkat lagi..untuk kemudian dibaringkan diatas kain kafan yang putih….suci……….

Semerbak bau melati…menebar seisi ruangan yang sedang berduka……

Pelan-pelan…jenazah itu dikafani………

Pelan-pelan…..Kami angkat jenazah yang sudah di kafani menuju keranda.

Air matapun tak kuat untuk menetes lagi……

Astaghfirallah…..

Setelah semua keluarga menyalaminya……yah salam terakhir dari orang-orang tercinta.

Kami angkat keranda itu menuju ke mobil jenazah…untuk kemudian kami hantar ke masjid terdekat untuk kemudian Kami sholatkan.

Yah…tubuh itu sudah tidak bisa sholat sendiri lagi…..

Air mata ku menetes lagi……

Bagaimana kalau aku yang terbujur kaku itu…kemudian di sholatkan…..

Astaghfirallah……

Maafkan aku ya Rabb……

Setelah disholatkan….mobil jenazah itu keluar dari area masjid…menuju peraduan terakhir.

Pecah tangis dari keluarga…ketika sang tubuh yang di balut kain kafan itu pelan-pelan diturunkan ke dalam liang lahat.

Pelan-pelan dibukanya pengikat kain kafan itu……diciumkan mukanya menyentuh bumi Allah……..

Apa yang dibawa masuk keliang lahat….
Hanyalah selembar kain kafan yang membungkusnya dan selembar tikar yang menutupinya.

Harta dan orang-orang yang tercinta…anak dan isteri hanya mampu menghantarkan sampai disitu saja.

Apa yang engkau banggakan wahai manusia….?????

Selamat jalan saudaraku…..

Semoga Allah SWT menerima segala amal baiknya selama didunia ini…dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Semoga Allah SWT senantiasa mengingatkanku…..menegurku….menasihatiku….agar pada saatnya kembali dalam keadaan Khusnul Khotimah.amiin…amiiin…ya rabbalallamin.

Terima kasih Ya Rabb.

Wassalamualaikum wr wb.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ghozan.blogsome.com/2008/02/22/ketika-tubuh-terbujur-kaku/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.