Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Iklan Rokok Dilawan

February 25, 2008

Jakarta, Kompas - Yayasan Kanker Indonesia dengan bantuan Southeast of
Asia Tobacco Control Alliance terus memperjuangkan pemasangan
gambar-gambar �mengerikan� akibat merokok pada kemasan rokok. Upaya
ini ditujukan untuk menandingi iklan rokok yang sangat gencar kepada
semua kalangan.

�Iklan rokok menjadi daya tarik utama anak-anak mencoba merokok. Kini
persentase anak yang merokok sekitar 24-33 persen dari populasi,� kata
Koordinator Penanggulangan Tembakau pada Yayasan Kanker Indonesia
(YKI) Soeminar Siregar dalam Sarasehan Pemantapan Program Bebas Rokok
di Lingkungan Sekolah, Sabtu (23/2) di Jakarta. Kegiatan tersebut
dilaksanakan terkait peringatan Hari Kanker Sedunia 2008 dengan tema
�Udara Bebas Asap Rokok bagi Anak Indonesia�.

Menurut Soeminar, sebanyak 90 persen pasien kanker yang meninggal
sebelumnya berperilaku merokok. Merokok dengan kandungan nikotin
sebagai racun alkaloid di dalam tembakau dinyatakan bersifat adiktif
atau menyebabkan ketagihan. Dalam jangka panjang, nikotin menekan
kemampuan otak untuk terus merasakan kenikmatan dengan kadar yang
semakin tinggi.

Dari hasil pengumpulan pendapat masyarakat, menurut Soeminar, saat ini
diperoleh empat kriteria gambar mengerikan akibat merokok untuk
diperjuangkan agar dicantumkan pada setiap kemasan rokok, yaitu gambar
tubuh perokok yang rusak, gambar paru-paru antara yang rusak dan yang
sehat, gambar kanker pada mulut, dan gambar yang menunjukkan penyakit
impotensi pada laki-laki.

�Namun, usulan pemasangan gambar-gambar yang mengingatkan bahaya
merokok ini masih mendapat tentangan dari sejumlah kalangan termasuk
pemerintah,� kata Soeminar. Padahal, dengan pemasangan gambar ini
diharapkan anak-anak akan berpikir ulang jika akan mencoba-coba merokok.

Larangan membeli

Usulan lain kepada pemerintah yang juga belum disetujui, lanjut
Soeminar, adalah pelarangan usia anak di bawah 18 tahun untuk membeli
atau menjual rokok.

Kategori usia anak 14-15 tahun yang merokok saat ini tercatat 24
persen dan pada usia 17-18 tahun sebesar 33 persen. Namun, ditegaskan
Soeminar, Indonesia termasuk peringkat tertinggi di dunia untuk
kategori usia anak 5-9 tahun yang merokok.

Data pada tiga tahun yang lalu, persentase anak usia 5-9 tahun yang
merokok 0,4 persen. �Tetapi, sekarang jumlahnya melonjak menjadi 1,4
persen dari total populasi anak-anak usia itu,� ujarnya.

Karena tingginya jumlah perokok pada anak-anak, lanjut Soeminar,
pemerintah didorong supaya lebih serius menangani pertambahan jumlah
anak-anak yang merokok.

Pada sarasehan tersebut, Yulma, seorang pengajar SMPN 19 Jakarta,
mengatakan, sekolahnya sejak 31 Oktober 1990 dinyatakan bebas rokok
dan dikuatkan dengan surat keputusan Gubernur DKI. Dari keputusan
tersebut kemudian digalakkan program Guru-guru Menjadi Panutan Tidak
Merokok (GMPTM).

Sunarno dari SMAN 68 Jakarta mengatakan, untuk mengurangi dampak iklan
rokok, sekolahnya mengeluarkan larangan perusahaan rokok menjadi
sponsor kegiatan siswa. (NAW)

Sumber : Kompas

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ghozan.blogsome.com/2008/02/25/iklan-rokok-dilawan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.