Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Lapindo Oh Lapindo Riwayatmu Kini…

March 18, 2008


Assalamualaikum

Saya heran atas statment Menristek Pak Kusmayanto Kadiman yang lebih akrab di sapa Pak KK.

Mana yang benar

Kompas :

Menristek, Kusmayanto Kadiman menilai semburan lumpur lapindo
merupakan kelalaian manusia. Semburan lumpur lapindo diakibatkan
kesalahan prosedural pengeboran berdasarkan kajian penelitian.

Namun, hasil penelitian ini belum menjadi keputusan pemerintah karena
harus direkomendasikan kepada Menteri Pekerjaan Umum.

Dalam penjelasannya pada Raker Komisi VII dengan Menristek di gedung
DPR Senayan. Menristek juga menyatakan bencana lumpur lapindo 50
persen faktor bencana alam, dan 50 persen penyebab kelalaian manusia.
Karenanya, relokasi warga korban semburan lumpur Sidoarjo harus
diutamakan.

Sumber : http://tv.kompas.com/

Tempo :

BPPT Simpulkan Lumpur Lapindo Bencana Alam
Selasa, 18 Maret 2008 | 02:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
menyatakan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur merupakan
fenomena alam berupa mud volcano. Kesimpulan itu merupakan hasil kajian BPPT
dengan institusi terkait dalam loka karya pada 6 Oktober 2006 dan 20-21
Februari 2007.

?Rekomendasi kami menyatakan lumpur Lapindo merupakan bencana alam,? kata
Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dalam rapat kerja dengan
Komisi VII DPR-RI, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Sutan Batoeghana dari
Fraksi Demokrat, Senin.

Kesimpulan itu berbeda dengan pendapat Profesor Rudi Rubiandini (mantan
Ketua tim investigasi yang dibentuk Kementerian Energi dan Sumberdaya
Mineral). Dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu, ia menyatakan secara
ilmiah dan keilmuwan semburan terjadi karena kelalaian manusia.

Berdasarkan data dan analisa BPPT, Kusmayanto melanjutkan, sumber lumpur
berasal dari kedalaman 1000-2000 meter di bawah permukaan. Lumpur mencapai
permukaan akibat peristiwa alam yaitu aktivitas tektonik dan aspek-aspek
geologi terkiat kondisi geohidrologi dan geothermal.

Lumpur tersebut, kata mantan Rektor ITB itu, terjadi di suatu wilayah yang
diketahui sebagai wilayah secara tektonik aktif. Secara geologi, dia
melanjutkan, disebut Jalur Kendeng yang mudah terganggu aktivitas tektonik
sehingga menyebabkan sebagian batuan di bawah permukaan bertekanan lebih.

Semburan lumpur itu berhubungan erat dengan gempa bumi di Yogyakarta dan
Jawa Tengah pada 27 Mei 2006. Gempar bumi di Yogyakarta terjadi 27 Mei 2006,
sedangkan semburan lumpur terjadi 29 Mei 2006. Gempa itu, katanya,
mempengaruhi produktivitas fluida di sumur-sumur di sekitar Banjar Panji-1
(misalnya Sumur Carat) bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi.
Selain itu, gempa bumi telah mengaktifkan Gunung Semeru 29 Mei 2006 dengan
terjadinya awas panas. “Kesimpulan tersebut merupakan data dan analisa
NASA,” kata Kusmayanto.

Anggota Komisi VII yang membidangi masalah energi dari Fraksi PAN Alvin Lie
mengatakan rekomendasi tersebut seharusnya diajukan ke pemerintah, bukan ke
DPR. Pemerintah pun harus meyakinkan publik bahwa rekomendasi tersebut dapat
dipertahankan secara ilmiah. ?Jika tidak, kredibilitas pemerintah akan
tenggelam dalam lumpur,? katanya. KURNIASIH BUDI

sumber : http://www.tempointeraktif.com/

Buat saya dua-duanya pedih,perih dan menyakitkan…..

Semuanya sudah berpihak kepada kepentingan segelintir orang.

DPR yang menjadi wakil rakyat ternyata hanya sebagai kepanjangan tangan pemerintah saja.

Pak KK yang meskipun saya belum pernah ketemu, selama ini saya kenal sebagai pribadi yang baik, jujur dan bersih serta mau bertegur sapa dengan
kawulo alit……sebab hanya Menristek ini yang saya tahu aktif di milis.

Seandainya statment Pak KK benar…artinya bukan kesalahan wartawan …..saya sedih.

Lantas kepada siapa Kami wongclik bisa berharap, kalau orang sekaliber Pak KK dengan segudang reputasi yang dimiliknya saja ucapannya seperti itu.

Semoga saudara-saudaraku di sidoarjo….diberikan kesabaran dan ketabahan.amiiin

Semoga yang berwenang segara taubat dan minta maaf sama rakyat indonesia yang sudah ikutan jadi tumbal.

Mengutip Sabda Rasullullah :

“Qulil haq walau kaana muuran” (katakan yang benar meskipun itu pahit)

Wassalamualaikum