Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Presiden & DPR “Pupuran”

March 9, 2009

Assalamualaikum

Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kehidupan-Thomas Jefferson

Tepat hari ini 9 Maret 2009, 30 hari kedepan Indonesia akan melakukan pesta demokrasi terbesar PEMILU 9 April 2009.
Banyak yang lucu sekaligus wagu dalam pemilu ke 10 ini yang diikuti oleh 44 parpol dan 6 partai lokal NAD.

Lucu karena pihak penyelenggara KPU sampai detik inipun belum siap 100%…lucunya lagi…..masyarakat yang mau mencontrengpun binggung…sebab pemilu kali pertama ini menggunakan sistem mencontreng bukan mencoblos seperti pemilu-pemilu sebelumnya, alhasil surat suara bagaikan kertas koran, bisa jadi saking banyaknya calon legislator pemilih binggung sehingga yang seharusnya cukup 30detik bisa molor beberapa menit, tragisnya lagi kalau asal main contreng saking mumetnya lihat daftar nama…..apakah ini realitas demokrasi yang sebenarnya…???
Belum lagi ancaman golput yang semakin tinggi akibat ulah para legislator pendahulunya ditambah ulah calon yg mengatas namakan wakil rakyat.

Mendekati hari-hari terakhir kampanye semakin wagu….semuanya pakai ‘bedak’ asal-asalan…sing penting ‘pupuran’ ben ‘kinclong’……..milyaran rupiah digelontorkan demi meraup 20% suara. bagimana nasib partai kecil……nampaknya hukum rimba masih berlaku….banyak-banyaklah berdoa asal jangan ke dukun…hehehe…ampun deh.

Semua menjual jargon dan mengklaim paling berhasil dan paling bersih, rasanya semakin eneg saja melihatnya, hampir setiap menit muncul dilayar kaca dan spanduk-spanduk yang telah merusak merusak lingkungan dan melukai pohon yang menjadi saksi bisu.

Dalam hatiku…inikah presiden iklan…???

Sungguh tragis nasib bangsa ini, semuanya serba kepura-puraan.
Jurang kemiskinan semakin lebar yang kaya semakin kaya dan lupa diri dengan saudaranya yang kurang mampu, berbagai macam cara digunakan, baik lewat gunung srandil untuk minta pesugihan atau lewat jalur cepat korupsi. Tak pelak pesta akbar tahun inipun banyak opportunis-opportunis baru sehingga kalau gagal bisa jadi gila karena duitnya sudah ludes, sebaliknya kalau berhasil……segera mangatur strategi agar modalnya cepat balik.

Oh nasib bangsaku…..

Diamankah hati nuranimu
Jangan kaugadaikan harga dirimu demi sebuah simbol
Jangan kau atas namakan rakyat jika ternyata kau berkhianat

Sekarang kau masih bisa baca koran sambil minum teh pagi dan duduk di kursi goyang
Ingat saudaraku…kematian hanya sekali……jangan kau tipu dirimu sendiri hingga selembar kafan membungkusmu.
Dan penyesalan sudah tidak berlaku ketika pengadilan itu datang menghampirimu.

“Fiat justitia, ruat coelum”

Salam Indonesia.

Merdeka!!!

Wassalam

Awas! Penipuan Dokumen di Jalan

Assalamualaikum

Kebetulan saya menerima dokumen penipuan ini dari teman saya sekitar bulan Sept 2008 dan sempat diberitakan juga di televisi.
Dokumen ini ditemukan oleh paman teman saya sekitar jam 11malam di daerah taman mini.
Setelah terjadi kontak-mengontak dalam beberapa hari nyaris teman saya tertipu.
Syukur alhamdulillah selamat.

Hari ini Kompas, Detik dan media lainnya mempublikasinya modus penipuan ini.

JAKARTA,SENIN-Penipu memang tidak kehilangan akal dalam menjalankan aksinya. Setelah penipuan dengan modus menang undian produk sabun cuci tercium oleh aparat kepolisian, sekarang penipuan menggunakan sebuah dokumen yang ditinggal di pinggir jalan sedang marak di Jakarta.

“Saya barusan ditemui oleh dua orang pejalan kaki, yang mengaku telah mendapat sebuah dokumen berharga di pinggir Jalan Slipi,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Bripka Kasyanto ketika sedang melakukan patroli di Slipi, Jakarta Barat, Senin (9/3).

Kasyanto menambahkan, dokumen tersebut berupa amplop persegi panjang dan tertulis di bawahnya dokumen penting lengkap dengan nomor register. Di dalam amplop tersebut ada tiga buah surat. Pertama sebuah sertifikat tanah yang berkop Badan Pertanahan Nasional, kedua sebuah Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berkop Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan terakhir sebuah Cek Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 4.700.000.000. “Isi dalam amplop tersebut dua-duanya sama,” tambah Kasyanto.

Dalam modusnya kali ini, berdasarkan penuturan salah seorang korban kepada Kasyanto, didasari oleh rasa kemanusian ingin mengembalikan kepada pemiliknya, si penemu menghubungi nomor telepon yang tercantum di bagian depan dokumen tersebut. Setelah itu, orang yang dihubungi tadi akan mengucapkan terima kasih dan akan mengirimkan uang sejumlah 20 juta sebagai balas budi. Lalu si penipu pun akan menanyakan nomor rekening.

“Terima kasih nanti saya akan kirim uang sebesar Rp 20 juta atas upaya bapak menemukan surat berharga kami. Tolong kirim nomor rekening Anda, nanti kami transfer uangnya,” ujar Kasyanto menirukan aksi si penipu.

Nantinya si penipu tadi akan meminta si penemu agar memberikan nomor rekeningnya melalui ATM. Lalu si penipu tadi akan mengajak mengobrol dan secara tidak terasa akan meminta kepada si penemu agar membayar biaya dari transfer tersebut.

Sementara ini, TMC sudah mendapatkan sebanyak tiga amplop dari para pejalan kaki di wilayah sekitar Slipi dan Gatot Subroto. Semua isinya sama. Semua amlop berisikan surat milik tanah berkop Badan Pertanahan Nasional, SIUP DKI dan sebuah cek senilai Rp 4.700.000.000.

Sumber : Kompas

Yang penasaran seperti apa dokumennya ada di bawah.

Hati-hati, penipuan sangat dekat sekali dengan Kita, Waspadalah!

Wassalam