Presiden & DPR “Pupuran”
Assalamualaikum
Tepat hari ini 9 Maret 2009, 30 hari kedepan Indonesia akan melakukan pesta demokrasi terbesar PEMILU 9 April 2009.
Banyak yang lucu sekaligus wagu dalam pemilu ke 10 ini yang diikuti oleh 44 parpol dan 6 partai lokal NAD.
Lucu karena pihak penyelenggara KPU sampai detik inipun belum siap 100%…lucunya lagi…..masyarakat yang mau mencontrengpun binggung…sebab pemilu kali pertama ini menggunakan sistem mencontreng bukan mencoblos seperti pemilu-pemilu sebelumnya, alhasil surat suara bagaikan kertas koran, bisa jadi saking banyaknya calon legislator pemilih binggung sehingga yang seharusnya cukup 30detik bisa molor beberapa menit, tragisnya lagi kalau asal main contreng saking mumetnya lihat daftar nama…..apakah ini realitas demokrasi yang sebenarnya…???
Belum lagi ancaman golput yang semakin tinggi akibat ulah para legislator pendahulunya ditambah ulah calon yg mengatas namakan wakil rakyat.
Mendekati hari-hari terakhir kampanye semakin wagu….semuanya pakai ‘bedak’ asal-asalan…sing penting ‘pupuran’ ben ‘kinclong’……..milyaran rupiah digelontorkan demi meraup 20% suara. bagimana nasib partai kecil……nampaknya hukum rimba masih berlaku….banyak-banyaklah berdoa asal jangan ke dukun…hehehe…ampun deh.
Semua menjual jargon dan mengklaim paling berhasil dan paling bersih, rasanya semakin eneg saja melihatnya, hampir setiap menit muncul dilayar kaca dan spanduk-spanduk yang telah merusak merusak lingkungan dan melukai pohon yang menjadi saksi bisu.
Dalam hatiku…inikah presiden iklan…???
Sungguh tragis nasib bangsa ini, semuanya serba kepura-puraan.
Jurang kemiskinan semakin lebar yang kaya semakin kaya dan lupa diri dengan saudaranya yang kurang mampu, berbagai macam cara digunakan, baik lewat gunung srandil untuk minta pesugihan atau lewat jalur cepat korupsi. Tak pelak pesta akbar tahun inipun banyak opportunis-opportunis baru sehingga kalau gagal bisa jadi gila karena duitnya sudah ludes, sebaliknya kalau berhasil……segera mangatur strategi agar modalnya cepat balik.
Oh nasib bangsaku…..
Diamankah hati nuranimu
Jangan kaugadaikan harga dirimu demi sebuah simbol
Jangan kau atas namakan rakyat jika ternyata kau berkhianat
Sekarang kau masih bisa baca koran sambil minum teh pagi dan duduk di kursi goyang
Ingat saudaraku…kematian hanya sekali……jangan kau tipu dirimu sendiri hingga selembar kafan membungkusmu.
Dan penyesalan sudah tidak berlaku ketika pengadilan itu datang menghampirimu.
“Fiat justitia, ruat coelum”
Salam Indonesia.
Merdeka!!!
Wassalam









