Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

Semarak Ramadhan 1430H Di Tempat Kerja

August 20, 2009

Assalamualaikum

Hadist Nabi SAW :

"Barang siapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan maka Allah mengampuni dosa-dosannya."

Syukur alhamdulillah Insya Allah tinggal dalam hitungan jam lagi Kami sekeluarga masih diberikan kesempatan untuk menjumpai bulan yang penuh berkat, rahmat dan maghfirah ini.

Dimana detik demi detik, jam demi jam dan malam demi malam adalah malam-maam yang paling utama, Allah akan melipatgandakan setiap amal ibadah hamba-Nya.

Pahala ibadah sunah akan dinilai seperti ibadah wajib pada bulan-bulan selain ramadhan, dan amal pahala wajib akan dilipatkan 70x….subahanallah.

Semoga Kita semua dapat menunaikannya dengan sebaik-baiknya dengan tidak melewatkan sedetikpun dari kesempatan yang ada.amiiiin

Atas nama pribadi yang terkadang khilaf, baik dalam pemikiran, persaan, sikap, lisan, tulisan, tindakan yang menyinggung hati..mohon untuk di maafkan…tentu bukan hanya pada bulan ramadhan saja.

Seperti ramadhan sebelumnya, wabil khusus ditempat saya nyangkul gemanya sungguh luara biasa sekali, berbagai macam jadual sudah disusun dengan apik :

1. 18 Agustus 2009 : Tarhib Ramadhan bersama Ust. Ahmad Sarwat, Lc

2. 25 Agustus 2009 : Taklim Ramadhan bersama KH. Tengku Zulkarnaen (MUI)

  1 September 2009 : Taklim Ramadhan bersama Dr. Amir Faishol Fath MA (Dakwatuna)

  8 September 2009 : Taklim Ramadhan bersama Dr. Samiun Jazuli Ahzami MA

3. Tadarus Al Quran : Setiap Senin dan Rabu

4. Taklim keputrian : Setiap Jum’at

5. Baksos

6. I’tikaf

 

MARHABAN YA RAMADHAN

Semoga Kita semua masuk dalam golongan manusia yang bertakwa.amiiin

Selamat menunaikan ibadah shaum ramadan 1430H

Wassalamualaikum

  

 

Marhaban Ya Ramadhan 1249H

August 29, 2008

Assalamualaikum

Tak terasa..Insya Alloh dalam hitungan hari umat muslim diseluruh dunia akan menyambut bulan suci ramadhan
Tiba-tiba dalam hati ini muncul bayangan dan kenangan suasana ramadhan yang lalu…..terlebih masa-masa ketika kita masih berumur belasan tahun
Alangkah bahagianya kala itu……

Barangkali akan sangat berbeda apa yang dirasakan masyarakat perkotaan
Duduk bersama satu meja…bersama keluarga tercinta…..adalah barang yang sangat mahal
Namun demikian tidak seperti halnya dengan bulan suci ramadhan
Tak perlu untuk menyewa cafe…atau restoran ternama untuk bisa menyatukan kita dalam satu meja makan bersama dengan keluarga tercinta.

Bersyukur diri ini Insya Alloh masih diberikan kesempatan beribadah puasa dibulan suci ramadhan tahun ini
Memasuki ramadhan bagaikan menyelam dalam samudera luas tak bertepi…….dimana didalamnya berjuntai terumbu karang nan elok bertahta mutiara cinta dan kedamaian.
Memasuki ramadhan bagaikan melangkah menuju oase penyejuk dahaga dan tempat berteduh ditengah hiruk pikuk dan keluh kesah kehidupan yang bernama duniawi.

Marhaban ya Ramadhan

Semoga kami bisa menyiapkan diri dengan sepenuh hati, fikiran dan fisik untuk menerima mahkota keutamaan seribu bulan yang engkau usung dari langit suci.

Ramadhan diambang pintu…
Menyapa dan memeluk kita semua.

Terlalu banyak kesalahan dan kekhilafan yang terlahir dari diri ini

Mohon maaf setulus-tulusnya dan seikhlas-ikhlasnya dari Bapak dan Ibu semua.

Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1429H.

Semoga ramadhan tahun ini lebih bermakna lagi dari ramadhan sebelumnya…mungkin saja ini adalah ramadhan yang terakhir buat kita semua.

Wassalamulaikum
bapakeghozan

Kisah Si Tukang Cukur

March 7, 2008

Assalamualaikum…

Alhamdulillah sampai detik ini masih dikarunia umur dan kesempatan buat menulis.
Dari awal sudah berdoa agar dalam mendengarkan khotbah Jum’at agar jangan sampai sampai tertidur, karena terkadang kebiasaan jelek itu hadir ketika khotib masuk mimbar dan berwasiat.

Meskipun hanya selepas…rasanya tentu kurang afdol.

Dan alhamdulillah tadi mengikuti wasiat khotib sampai selesai.

Ada suatu kisah yang disampaikan sang khotib yang sangaaaat menyentuh qalbuku.

Kisah tentang seoarang tukang cukur dan pelanggannya.

Alkisah…datanglah seoarang pelanggan ke tukang cukur untuk mencukur rambutnya agar tampak lebih bersih dan rapi.
Dalam proses pencukurannya terjadilah dialog antara pelanggan dan tukang cukur.

Tukang Cukur : Pak, rasanya kok di dunia ini tidak ada Tuhan yah.
Pelanggan : Kok bisa…!!!

Tukang Cukur : Coba Bapak lihat…betapa banyaknya orang miskin bertebaran
dimana-mana.
Lantas dimana Tuhan yang dikatakan Maha Adil itu.

Tampak terdiam si pelanggan ini.
Tak satupun kata-katanya meluncur dari raut wajahnya yang bersih dan teduh.
Keningnya tampak berkerut…menandakan sedang berpikir secara serius.
namun sampai proses pencukuran selesai…tak sataupun jawaban keluar darinya.

Sampai suatu ketika….
Begitu pelanggan itu keluar ruangan cukur berukuran 1 x 2meter, ketika baru satu langkah meninggalkan pintu ruang cukur….tampak tak jauh darinya…hanya berjarak kira-kira 5meter…tampak seorang paruh baya…yang berjalan tak tentu arah dengan pikiran yang kosong….baju yang kumal dan robek-robek..serta rambut yang panjang dan tak beraturan.

Sebelum melangkahkan kakinya lagi……si pelanggan kemudian segera berbalik arah masuk lagi ke ruang cukur tersebut.

Kemudian terjadilah dialog lagi :

Pelanggan : Pak, coba Bapak perhatikan laki-laki diujung sana…sambil tangan kanannya
menunjuk arah luar kearah laki-laki setengah baya yang dilihatnya.

Tukang Cukur : Ya pak, kenapa? apakah ada sesuatu yang aneh dengan orang itu?

Dari bibirnya keluar kata-kata yang cukup mengagetkan si tukang cukur.

Pelanggan : Apa didunia ini tidak ada tukang cukur yah…????

Tampak raut muka si tukang cukur yang terdiam dan tatapannya sedikit kosong, sambil dari bibirnya berucap.

Tukang Cukur : Ada Pak, saya inikan tukang cukur

Si tukang cukur menatap wajah pelanggannya dalam-dalam.

Dengan tenangnya kemudain si pelanggan menjawab.

Pelanggan : Itulah Pak jawaban atas pertanyaan Bapak tadi yang dibilang didunia ini tidak
ada Tuhan.

Si Tukang Cukur tampak terdiam…keningnya tampak mengkerut pertanda sedang berpikir keras.
Kemudian dijawabnya pertanyaan si pelanggan.

Tukang Cukur : Salahnya dia Pak. sambil tangannya menunjuk keluar kearah laki-laki
separuh baya diluar sana. Kenapa tidak kesini saja…..kalau bilang kan bisa
saya bantu cukur rambutnya.

Pelanggan : Itulah Tuhan Pak.

Ya itulah Allah.

Kenapa masih begitu banyak orang miskin di dunia ini.

Bukan berarti Allah tidak adil.

Adalah karena hamba-Nya sendiri yang tidak mau atau tidak berusaha untuk mendekat.

Seperti dalam Surah Al - Baqarah : 186

[186] Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Akhirnya lega rsanya hati si tukang cukur, karena pertanyaannya sudah terjawab.
Pelangganpun bergegas meninggalkan tukang cukur dengan hati yang tenang dan gembira.

Semoga Kita semua dapat mengambil iktibar dari cerita tersebut.

Wassalam