Lilypie 4th Birthday PicLilypie 4th Birthday Ticker

Kapan KTP Gratis di Bekasi?

September 23, 2008

Assalamualaikum

Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan agar warga yang akan mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berobat di Puskesmas, tidak lagi dipungut biaya.

“Pengurusan KTP dan Puskesmas gratis akan diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, sebagai peningkatan layanan masyarakat,”

kata Muchtar Muhammad, Wakil Walikota Bekasi, di sela-sela rapat paripurna pemaparan nota keuangan RAPBD 2004, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bekasi (Tempo/ 23 Des 2003).

Hampir 5tahun informasi ini saya terima, namun sampai detik ini tidak ada kejelasannya.
Padahal euforia semangat untuk membangun informasi terintegrasi/ terpadu didaerah sedang giat-giatnya, tidak usah melihat jauh-jauh ke luar pulau jawa, sebut saja tetangga dekat kita Bogor, sudah lama mengratiskan pengurusan KTP dan juga Akte Kelahiran, contoh lainnya Pemda Depok.

Senin 22 Sept 2008 saya melakukan registrasi untuk pembuatan KTP baru, selain waktu selesainya lama (20 hari) juga terkena biaya administrasi Rp. 15.000,- untuk KTP dan Rp.25.000,- untuk Kartu Keluarga (KK).
Untuk KK sendiri kemungkinan selesai 1 ~ 2 bulan dengan alasan data KK menumpuk di Kantor Walikota.

Ketika saya tanyakan, apakah bisa lebih cepat, seseorang (mungkin Pak Lurah) menjawab Rp. 150.000,- bisa lebih cepat, kemungkinan 1 atau 2 hari.

Namun kenyataannya ketika saya datang untuk mengambil tgl 13 Oktober 2008 KTP belum jadi dan diminta untuk datang 1 minggu lagi.

Sungguh sangat memprihatikan kondisi layan publik di Kelurahan Jatisari.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari Tempo, 17 okt 2008, nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi 2009 diusulkan menjadi Rp 1,4 triliun lebih. Ini berarti naik sekitar 4 persen dari APBD perubahan 2008 yang Rp 1,3 triliun.

Saya berharap bukan hanya program pendidikan gratis, kesehatan gratis tapi juga yang terkait dengan catatan sipil seperti KTP, KK dan Akta Lahir juga bisa digratiskan sesuai dengan janji Pak Wali saat masih menjabat Wakil Walikota.

Saya yakin sumber pemasukan Kota Bekasi bisa mengcover semua biaya retribusi tersebut.

Wassalamualaikum

Kasih Ibu Tiada Tara

September 3, 2008

Assalamualaikum

Aku selalu menitikan air mata setiap membaca tulisan serupa
Betapa yg terbayang adalah almarhum emak tercinta
Ketika diri ini alhamdulillah mampu untuk menapakan jejak kaki di bumi Alloh…emak sudah tiada….ingin rasanya bisa berbagi bersama……

Terkadang aku melamun almarhum emak tidur bersama kami…istri dan anakku.
Membayangkan almarhum menimang Ghozan sambil bersuara lirih sedang meninabobokan persis seperti aku dulu.

Ya Rab…
Semoga segala amal ibadah almarhum emak dan bapak diterima disisi-Mu Ya Rab.

Wassalam

Kasih Ibu Tiada Tara

Oleh : Andrie Wongso

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang ibu sering meratapi nasibnya memikirkan anaknya yang mempunyai tabiat sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mabuk, dan melakukan tindakan-tindakan negatif lainnya. Ia selalu berdoa memohon, “Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi ini, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.” Tetapi, si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya.

Suatu hari, dia dibawa kehadapan raja untuk diadili setelah tertangkap lagi saat mencuri dan melakukan kekerasan di rumah penduduk desa. Perbuatan jahat yang telah dilakukan berkali-kali, membawanya dijatuhi hukuman pancung. Diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan di depan rakyat desa keesokan harinya, tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu membuat si ibu menangis sedih. Doa pengampunan terus dikumandangkannya sambil dengan langkah tertatih dia mendatangi raja untuk memohon anaknya jangan dihukum mati. Tapi keputusan tidak bisa dirubah! Dengan hati hancur, ibu tua kembali ke rumah.

Keesokan harinya, di tempat yang sudah ditentukan, rakyat telah berkumpul di lapangan pancung. Sang algojo tampak bersiap dan si anak pun pasrah menyesali nasib dan menangis saat terbayang wajah ibunya yang sudah tua.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Namun setelah lewat lima menit dari pukul 06.00, lonceng belum berdentang. Suasana pun mulai berisik. Petugas lonceng pun kebingungan karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tibatiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Seluruh hadirin berdebar-debar menanti, apa gerangan yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul dan menggantikannya dengan kepalanya membentur di dinding lonceng.

Si ibu mengorbankan diri untuk anaknya. Malam harinya dia bersusah payah memanjat dan mengikatkan dirinya ke bandul di dalam lonceng, agar lonceng tidak pernah berdentang demi menghindari hukuman pancung anaknya.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung menyaksikan tubuh ibunya terbujur bersimbah darah. Penyesalan selalu datang terlambat!

Pembaca yang budiman,

Kasih ibu kepada anaknya sungguh tiada taranya. Betapun jahat si anak, seorang ibu rela berkorban dan akan tetap mengasihi sepenuh hidupnya. Maka selagi ibu kita masih hidup, kita layak melayani, menghormati, mengasihi, dan mencintainya. Perlu kita sadari pula suatu hari nanti, kitapun akan menjadi orang tua dari anak-anak kita, yang pasti kita pun ingin dihormati, dicintai dan dilayani sebagaimana layaknya sebagai orang tua.

Bila hidup diantara keluarga ataupun sebagai sesama manusia jika kita bisa saling menghargai, menyayangi, mencintai, dan melayani, niscaya hidup ini akan terasa lebih indah dan membahagiakan.

Sumber : http://www.cybermq.com

Mainan Kecilku

August 22, 2008

Assalamualaikum

ahhhh…..
jd pengin curhat…..sore2 gini

kalau inget masa kecil…biarpun berdarah-darah…..dalam hal bermain tidak akan pernah terlupakan, bahkan rasanya ingin kembali ke masa-masa itu.

saya kadang mikir…..
kok anak sekarang enak bener yah……
pengin beli mainan apa aja bisa…..asal ada duitnya…kl ndak ada paling ya ngamuk…orang tua siap2 malu..didepan massa….

dulu jaman saya kecil…..
hampir bisa dihitung dengan jari maianan yg beli…itupun ala kadarnya…kadang tukeran sama sandal jepit bekas…atau plastik bekas embaer cucian yg sudah tdk bisa di pakai…..
semuanya dibuat dari alam……kebetulan dulu semuanya mendukung…tinggalnya di kampuang….
pengin layangan..lari kebelakang….tebang pohon bambu….bikin deh layanagn sendiri…….cari plastik bekas…..bikin dh layanagan tahan air..atau cari koran bekas…..ini biasanya nyari di tempat sampah orang kaya…lah bacanya koran…..
pengin beli mobil2an gak mampu…..kebalakang bentar..tebang pohon pisang…….kuliti pelepahnya..ambil pulinya..bahasanya apa ini……bikin deh mobil2an dari puli pohon pisang…..wuihhh..asyik bener bikinnya…..bagus lagi…….atau juga pakai kulit jeruk bali …inipun diambil dari sampah tetangga yg kebetulan habis makan jeruk bali…
pengin beli pistol2an…gak mampu….lari kesawah orang…..cari tanaman tebu……ambil gelagahnya…tahu gelagah…bahasanya apa yah……jadi tangkai bunga……potong2..pakai pisau…jd pistol bagus lohhh….bagus banget malah…….
pengin beli balon yg bisa terbang…..gak kebeli…..lari deh ke tempat sampah orang kaya…cari koran bekas……
bikinlah balon dari koran bekas…dengan empat sudut…….setelah kering di lem pakai nasi…….malamnya siap di terbangkan……caranya bakar keempat sudutnya……kl bikinnya betul ndak bocor…terang deh jadi balon udara…..malam2…bagus banget lohhh……
pengin bikin kapal….sobek buku…bikin kapal…bawahnya kasih sabun colek…..taruh di saluran air…..kl kebetulan di sungai…ambil daun bambu….bikin prahu ala kadarnya…..wuihhhhh…adu balap…..
bikin egrang…panahan……..petak umpet…gangsir…jangkrik…gambaran..karet…atengan….prosotan pakai mancung/manggar kelapa….dst…..dsb….pokoknya semua dari alam…….
wuih seneng banget…….

saya kadang mikir….
kelak kalau anak saya besar….bisa hidup eksis/tahan banting ndak yah….apa jd anak pemanja…….

semoga kelak Ghozan menjadi anak yg ‘tahan banting’ bukan pemanja.

wassalamualaikum