Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker

KOIN UNTUK PRITA

December 5, 2009

Assalamualaikum

Men-temen

Menindak lanjuti dari keinginan rekan-rekan dan kepedulian atas kasus Ibu Prita Mulyasari yang dihukum oleh Pengadilan Tinggi Banten untuk membayar kerugian materiil dan imateriil sebesar Rp 204 juta (Tempo, 3 Des 2009), maka dengan ini di luncurkan gerakan ” KOIN PEDULI PRITA ”

Sambil menunggu proses dan termasuk kasasi yg diajukan oleh Ibu Prita Mulyasari, Kita akan mengumpulkan sumbangan dalam bentuk uang KOIN.

Teknis penyerahan sumbangan akan didiskusikan lebih lanjut sambil menunggu update dari kasus tersebut.

Sumbangan bisa diberikan di tempat-tempat dibawah : 

 

Update Jumlah Sementara Koin Terkumpul di Pusat Pengumpulan Koin Peduli Prita -Ade Novita 081510503335
Komplek PWR no 60 Jl Margaswatwa Jati Padang, Ragunan

Total : Rp 39.512.525,- (berdasarkan email Sisil kemarin Sore )- 8 Des 2009 - 08:12WIB

 

Koin Peduli Prita : 

1. Posko Peduli Prita - 71284653

    Komplek PWR no 60 jatipadang daerah ragunan

2.  Samsul NA : 0818-769284

     Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas Sawangan Depok

 3. Esti Gunawan : 0811 101497

     Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya

 4. Albert/Ria - 0811873004

    Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22 Gading Serpong

 5. Lia - 081318877223

     Jl Balimatraman, al-ikhlas II no.21 TR14/05 manggarai selatan, tebet

 6. Della Najla - Hp : 081513162427

    Jl. Pekojan no. 45 Empang-Bogor

 7. Heni Nuraina - 08128085617

    Medang lestari D III B 103 tangerang

8. Pondok Kelapa Jaktim
Edi/Monik - 0852 86777023
Jl. Padat Karya No 69 F RT 004 / RT 001
Kelurahan Pondok Kelapa
Kecamatan Duren Sawit
Jakarta Timur 13450

9. Pulomas/rawamangun
Riri-
Jln Trampil 3 No.7 Komp.AL Kodamar Kelapa Gading Barat
(Sebrang Mall of Indonesia/kl arah bypass sebrangnya AHM Honda+ITC Cempaka Mas).

10. Bintaro, pondok indah dan radio dalam
ΛЯÏΣ₣ - 0811194177

11. Ciledug & sekitarnya
Shinta/Eko/Mudjito- 7332827, 0813 84746656
Jl. Sektor 7 Gang Melati No. 67
RT. 003/008 Sudimara Jaya Ciledug Tangerang

12. Bandung
Windy-022 2001487
jln. sarimanah II blok V no 166, sarijadi

13. Surabaya
Dini Artanti-08161839176
Alam Hijau F2/31 Citraland
Surabaya 60219
Ym:dini_artanti@yahoo.com

14. Malang/ Sidoarjo
hadrian - 081233663321
Jl Raya Surabaya-Malang km 38, Gempol - Pasuruan

15. Jogja
Rudy-08562857669
Jl. Sultan Agung 39 Yogyakarta

16. Semarang_Parents
Jl.Jeruk V/14 Semarang
Telp. 024 70760852 (Ellen)
CP : Ika (08157754542), Dyah (024 70736699), Uci (08386021999), Dhani
(081575007478)

Guest House Eben HaezerJl. Veteran 48 SemarangTelp. 024 8455215CP : Gede (024-70693993), Lia (024-70719801)

21. Muka KuningMba Dhina: 081364287203

23. Batam CenterLiza: 081277053539

Taman Mediterania LL2/2A

24.  Cirebon
Nizma Armila
d/a Hotel Grinhil
Jl Sunan Gn Jati No 89 (sebelah spbu Tangkil, kalo dari kota sesudah Alf* Mart)
Cirebon 45151
Tlp: 081210983888

25. Bekasi

Rumah Pohon
Jl. Raya Parpostel - Jatiasih - Bekasi
Kontak : Pak Ahmad - 021 - 32700780

Koin Keadilan:
  • Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup). Peta

Untuk Posko Peduli Prita di Komplek PWR, disediakan kotak yg standby 24 jam. Untuk contact person lainnya silakan membuat appointment.

Mari kita tunjukkan kepedulian Kita demi terwujudnya penegakkan hukum yang adil dan bermartabat dinegeri ini.

 Terima Kasih

Informasi terkait :

1. koin keadilan

2. Bayar Denda Prita, "Netter" Kumpulkan Koin

3. Uang Koin Peduli Prita

4. Ayo Kumpulkan Koin untuk Bantu Prita Mulyasari

5. Aksi Kumpulkan Koin untuk Prita Dimulai Senin

6. Koin Peduli Prita Butuh 2,5 Ton Recehan

7. Pengguna Internet Kumpulkan Uang Receh untuk Bayar Denda Prita

8. Public Rally to Pay Off Prita’s Court Fine

9. Contributions for Prita begin to flow

10. Rp 50-Rp 500 Untuk Prita

11. Warga Antusias Kumpulkan Koin

12. Peduli Prita Kian Meluas

13. Pendukung Prita Siapkan Konser Amal

 

Wassalam

 

Presiden & DPR “Pupuran”

March 9, 2009

Assalamualaikum

Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kehidupan-Thomas Jefferson

Tepat hari ini 9 Maret 2009, 30 hari kedepan Indonesia akan melakukan pesta demokrasi terbesar PEMILU 9 April 2009.
Banyak yang lucu sekaligus wagu dalam pemilu ke 10 ini yang diikuti oleh 44 parpol dan 6 partai lokal NAD.

Lucu karena pihak penyelenggara KPU sampai detik inipun belum siap 100%…lucunya lagi…..masyarakat yang mau mencontrengpun binggung…sebab pemilu kali pertama ini menggunakan sistem mencontreng bukan mencoblos seperti pemilu-pemilu sebelumnya, alhasil surat suara bagaikan kertas koran, bisa jadi saking banyaknya calon legislator pemilih binggung sehingga yang seharusnya cukup 30detik bisa molor beberapa menit, tragisnya lagi kalau asal main contreng saking mumetnya lihat daftar nama…..apakah ini realitas demokrasi yang sebenarnya…???
Belum lagi ancaman golput yang semakin tinggi akibat ulah para legislator pendahulunya ditambah ulah calon yg mengatas namakan wakil rakyat.

Mendekati hari-hari terakhir kampanye semakin wagu….semuanya pakai ‘bedak’ asal-asalan…sing penting ‘pupuran’ ben ‘kinclong’……..milyaran rupiah digelontorkan demi meraup 20% suara. bagimana nasib partai kecil……nampaknya hukum rimba masih berlaku….banyak-banyaklah berdoa asal jangan ke dukun…hehehe…ampun deh.

Semua menjual jargon dan mengklaim paling berhasil dan paling bersih, rasanya semakin eneg saja melihatnya, hampir setiap menit muncul dilayar kaca dan spanduk-spanduk yang telah merusak merusak lingkungan dan melukai pohon yang menjadi saksi bisu.

Dalam hatiku…inikah presiden iklan…???

Sungguh tragis nasib bangsa ini, semuanya serba kepura-puraan.
Jurang kemiskinan semakin lebar yang kaya semakin kaya dan lupa diri dengan saudaranya yang kurang mampu, berbagai macam cara digunakan, baik lewat gunung srandil untuk minta pesugihan atau lewat jalur cepat korupsi. Tak pelak pesta akbar tahun inipun banyak opportunis-opportunis baru sehingga kalau gagal bisa jadi gila karena duitnya sudah ludes, sebaliknya kalau berhasil……segera mangatur strategi agar modalnya cepat balik.

Oh nasib bangsaku…..

Diamankah hati nuranimu
Jangan kaugadaikan harga dirimu demi sebuah simbol
Jangan kau atas namakan rakyat jika ternyata kau berkhianat

Sekarang kau masih bisa baca koran sambil minum teh pagi dan duduk di kursi goyang
Ingat saudaraku…kematian hanya sekali……jangan kau tipu dirimu sendiri hingga selembar kafan membungkusmu.
Dan penyesalan sudah tidak berlaku ketika pengadilan itu datang menghampirimu.

“Fiat justitia, ruat coelum”

Salam Indonesia.

Merdeka!!!

Wassalam

Susu Kretek

December 13, 2008

Assalamualaikum

Guyonan atau lebih tepatnya sindiran cerdas ala komediwan yang juga sang maestro monolog putra kelima dari begawan seni Almarhum Bagong Kussudiardja, siapa lagi kalau bukan Butet Kartaredjasa yang diperankan oleh Mas Celathu.

Kali ini lewat bukunya presiden guyonan menyuguhkan guyonan politik yang cukup cerdas, mendidik dan tentu saja merakyat.
Bukan hanya itu saja, lewat guyonanya mampu memberikan inspirasi, motivasi dan membangkitkan kesadaran pada kita semua.

Ada satu yang ingin saya kutip disini….pasti Kang Mas Celathu tidak keberatan toh…..sebagai inspirasi buat para Ibu-ibu baik yang sedang merencanakan kelahiran atau dalam proses persalinan agar tetap dapat memberikan ASInya karena ini adalah yang terbaik dari yang paling baik dan tentu saja yang menarik dari semua kemasan segala macam merk susu yang yang ada…bahkan yang paling muahalllll sekalipun…..hehehe…ini guyon loh…..ketularan sama Mas Celathu.

Susu Kretek
(Diambil dari buku Presiden Guyonan - Butet Kartaredjasa, Hal 143 ~ 147)

Mas Celathu merasa beruntung kawin muda. Kalau saja pernikahannya telat, tentu hari ini ia masih direpotkan urusan susu bayi. Pastilah ia terseret panik, sebagaimana pekan ini melanda ibu-ibu. Semua pada khawatir melakukan “pembunuhan” tanpa sengaja kepada bayi-bayinya dengan memberikan oplosan susu formula bercampur bakteri Entrobacter Sakazakii.

Memang, penelitian yang dilakuan para ahli IPB, Institue Pertanian Bogor, itu, bikin gonjang-ganjing. Hasilnya cukup mengejutkan. Jika temuan itu benar adanya, niscaya para orang tua akan selalu merasa bersalah karena diam-diam telah “meracuni” bayinya. Maunya memanjakan dan menyiapkan kebahagian bagi putera atau puterinya, eh malah menuai petaka.

Seharusnya, tanpa menunggu proses para ibu yang rame-rame membuang susu formula di Bundaran HI, Jakarta, pemerintah harus cepat tanggap. Segeralah beri pernyataan susu mana yang membahayakan. Biar rakyat tenang. Hidup sudah susah dan penuh ketidakpastian, jangan lagi wong cilik dibiarkan hidup dalam keterombang-ambingan.

“Bersyukur kita. Andaikan waktu itu kamu tidak segera kukawini, mungkin hari ini kita ikut kebingungan. Kita bisa berdosa meracuni anak kita,” ujar Mas Celathu kepada bininya. Usia perkawinannya yang bulan ini genap 27tahun, membuat keluarga Celathu tidak lagi direpoti urusan elementer berumahtangga, termasuk soal susu bayi itu. Mereka sudah senang melihat ketiga anaknya tumbuh sebagai manusia. Tingkat kerepotannya sudah meningkat. Bukan lagi perkara susu formula atau melatih anak-anak baca tulis, melainkan soal mengawal dan menjaga pergaulan anak-anaknya yang menuju dewasa. Di zaman edan

ini, ruang pergaulan yang penuh ranjau dan jebakan seperti narkoba dan free sex, mungkin setara berbahayanya dengan bakteri yang sembunyi dalam kemasan susu formula. Apalagi, dalam soal pergaulan, Mas Celathu cenderung memberikan kebebasan anak-anaknya memilih ruang gaulnya nyaris tanpa batas.

“Kalau kita sih nggak masalah. Biarpun heboh susu formula ini terjadi sewaktu kita muda, saya juga nggak khawatir kok,” kata Mbakyu Celathu seraya melanjutkan,” Kan anak-anak kita minum ASI. Tidak bergantung pada susu formula”.

Mendengar pengakuan bininya, Mas Celathu mengulum senyum teringat masa lalunya. Ingatannya kembali melayang ketahuan 80an, saat mana ia menjadi mahasiswa sekaligus seorang ayah harus berjuang keras meloloskan diri dari belitan problem ekonomi. Uang ang terbatas dan hanya cukup untuk mempertahankan hidup dalam hitungan hari, menyebabkan keluarga ini harus kreatif melakukan siasat. Termasuk dalam urusan penyelenggaraan susu dirumhanya. Jika duit terlalu cekak untuk dibelanjakan susu merk kondang yang konon dilengkapi vitamin ini-itu, mereka tak segan bikin variasi dengan susu kedelai, air tajin atau susu sapi from Boyolali. Waton bukan oplosan air dan kapur gamping, pasti aman.

Kemiskinan yang menindihnya melahirkan sebuah kiat. Pokoknya asalkan air minum sudah berwarna putih pekat, anggaplah itu air susu yang menyehatkan.

Mas Celathu yang saat itu doyan berteater selalu mengajari isterinya untuk senantiasa mengembangkan imajinasi.

“Coba, sekarang mata dipejamkan. Pegang gelas ini. Yakinlah, segelas air berwarna putih pekat ini adalah susu formula, lalu minumkan ke bayi kita,” saran Mas Celathu membimbing isterinya berfantasi. Lalu, masih dengan mata terpejam, air warna putih pekat yang senyatanya air tajin itu digelontorkan ke kerongkongan sisulung. Cleguk, cleguk, cleguk……dan bayi dipangkuannya akan sumringah kembali. Begitulah, dengan cerdik keluarga ini menyiasati getirnya kehidupan dengan tetap berjenaka. Toh nyatanya bisa aman. Anak-anaknya bisa tumbuh sehat. Dan yang teristimewa, sampai sulungnya umur dua tahun, Mbak Celathu tak berhenti membiarkan si sulung mengenyut ASI-nya.

“Gantian dengan bapak donk. Joint,” seloroh Mas Celathu mengenang masa lalunya, sambil meneruskan,” Lucu juga yah kalau diingat-ingat. Eling nggak, dulu anak kita pernah nggak doyan netek lagi? Pas mau mengenyut langsung gebres-gebres, karena ASI-nya beraroma rokok kretek….hahaha.”

Mempercayai ASI sebagai susu terbaik bagi bayinya, bagi keluarga Celathu sudah merupakan pilihan mutlak. Hal-hal yang bersifat alamiah dan kodrati, diyakini sebagai sebuah kebenaran yang musti diikuti. Lha wong dulu kala, zaman simbah gantung siwur hidup di zaman Diponegoro - mereka juga nggak kenal susu formula kok. Adanya yah cuma susu murni yang menggelantung di dada sang ibu. Buktinya mereka ya bisa hidup. Banyak juga terlahirkan sebagai jagoan dan orang pintar. Kalau sakit, penyembuhannya ya cukup dengan jamu-jamu alamiah. Makanya langsung petik tumbuh-tumbuhan dari kebon belakang rumah.

“Menyusui bayi dengan ASI tidak menurunkan gengsi, kok. Nggak ada yang perlu dicemaskan,” Mbakyu Celathu menjelaskan, sambil cengengesan cekikikan,” Dan ngirit, nggak usah keluar ongkos.”

Dia bilang, memang ada trend dikalangan ibu-ibu muda, memberikan susu formula kepada bayinya terkadang lebih disebabkan adanya pertarungan gengsi.

Semakin sering meminumkan susu formula merk mahal kepada bayinya, semakin tinggi pula citra yang diperoleh. Apalagi disertai sebuah mitos, jika seoarang ibu tidak menyusui bayinya, maka bentuk payudara akan terjaga keindahnnya. Tak mengherankan jika kemudian banyak ibu-ibu yang terjebak pada sihir promosi itu lebih mementingkan indahnya bentuk payudara, katimbang menjaga kesehatan bayinya.

“Wualah walah…., biarpun nggak menyusui, kalau sudah sepuh ya tetep akan melorot. Tetep “Hamlet” alias seperti lidah melet,” sergah Mas Celathu. Dia benar-benar prihatin melihat betapa orang-orang telah kehilangan kearifan tradisional yang ditularkan turun temurun. Untuk sekadar meneruskan dan menjaga kehidupan, sebenarnya agama dan nilai-nilai sudah menyediakan ilmunya. Mungkin terasa kuno. Tapi, bagi keluarga Celathu, yang kuno itu lebih otentik dan sarat khasiat karena telah teruji oleh waktu.

Mas Celathu sadar sesadar-sadarnya, mengkonsumsi apa saja yang sesunggguhnya tidak diperlukan dalam kehidupan ini, adalah siasat industri yang ingin memeras masyarakat. Setiap detik kekuatan industri akan selalu membujuk kita lewat iklan dan promosi aneka macam. Bujuk rayu itu mungkin berupa impian menjadi manusia modern, keindahan badaniah, kepraktisan dan kemudahan serba instan. Dan menggantungkan susu bayi pada susu formula, agaknya merupakan siasat menjauhkan kepercayaan orang pada kekuatan dan kesehatan alamiah.

Karena itu, Mbakyu Celathu menyarankan, ” Ayo ibu-ibu kembali saja memberikan ASI kepada bayi-bayi kita. Biarpun terkadang ada aroma rokok kretek, ASI lebih menyehatkan loh.”

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Tertawalah sebelum tertawa itu diperdakan………………hahahahahahahahahhahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha………..

Salam ASI

Wassalamualaikum